Suasana Duka Selimuti Rumah Henry, Bassist Boomerang

Lukman Hakim, Jurnalis · Sabtu 24 April 2021 16:30 WIB
https: img.okezone.com content 2021 04 24 33 2400173 suasana-duka-selimuti-rumah-henry-bassist-boomerang-xt38KhOBRl.jpg Hubert Henry Limahelu (Foto: IG Boomerang)

SURABAYA – Suasana duka menyelimuti rumah di Jalan Kalongan Kidul II/9 Kelurahan Krembangan Selatan Kecamatan Krembangan, Surabaya. Yah, di sinilah Hubert Henry Limahelu lahir dan menghabiskan sebagian besar hidupnya.

Bassist grup band Boomerang itu meninggal dunia pada Sabtu (24/4/2021) pukul 08.15 WIB setelah menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit Husada Utama Surabaya. Henry meninggalkan tiga orang anak. Nathanael, Cyrus dan Mark Tesac Jacob. Nathanael kini duduk dibangku kelas 3 SMK, Cyrus duduk di bangku SMP kelas 3 dan Mark Tesac Jacob kelas 2 SD.

Baca Juga:

Bassist Boomerang Hubert Henry Meninggal Akibat Pendarahan Otak, Kenali Penyebab dan Gejalanya

Perjalanan Karier Hubert Henry Limahelu, Bassist Boomerang yang Meninggal Dunia

Hubert Henry Limahelu


Jenazah Henry terbaring di ruang tamu. Loretta Limahelu Tambayong, istri Henry tampak tegar. Dengan telaten, jemari tangannya membersihkan wajah suaminya. Sehingga, wajah Henry terlihat segar, bahkan tampak seperti orang yang sedang tidur. Sesekali, Loretta merapikan selimut yang menutupi jasad Henry. Sementara itu, putra tertua Henry, Nathanael duduk disamping jenazah ayahnya.

Matanya nanar memandang Henry. Dia tidak berucap-ucap apa-apa. Hanya terlihat seperti memanjatkan doa. Di belakang Nathanael, dua anak Henry lainnya duduk berdampingan. Keduanya juga menatap pada jenazah Henry.

Sementara itu, ruang tamu tempat Henry disemayamkan, penuh dengan saudara dan kolega. Secara bergantian, mereka memberi dukungan moril pada istri Henry. Beberapa orang lainnya sibuk memasang tenda agar rumah duka tidak terasa panas oleh sengatan matahari.

John Limahelu, kakak tertua Henry saat ditemui di rumah duka mengatakan, adiknya tersebut tidak mengidap penyakit kronis. Hanya saja Henry pernah terserang bronkitis. "Sebelum dibawa ke rumah sakit, Henry sempat pingsan. Itu pada Selasa (13/4/2021) malam. Dia waktu bersama teman-temannya di Krembangan. Saat pingsan, Henry dibawa ke Pusura hingga kemudian dibawa ke RS Husada Utama," katanya.

Kemudian, kata dia, pada Rabu (14/4/2021), Henry menjalani operasi karena mengalami pecah pembuluh darah ke otak. Setelah operasi, kondisi Henry tak kunjung membaik. Bahkan semakin kritis.

Hingga akhirnya pada Sabtu (24/4/2021) pukul 08.15 WIB Henry menghembuskan nafasnya yang terakhir. "Saya tidak merasakan firasat apa-apa (sebelum Henry meninggal dunia). Hanya tadi malam, saya tidak bisa tidur. Tidak tahu kenapa," ujarnya.

Tadi pagi, imbuhnya, dia merasa tidak tenang ketika hendak berangkat kerja. Oleh istrinya, John disemangati untuk tetap berangkat. Sebelum pukul 08.00 WIB, dirinya dihubungi istrinya dan memberitahukan bahwa, kondisi Henry kritis.

Hingga pada pukul 08.00 WIB, John kembali dihubungi istrinya dan menyampaikan bahwa Henry sudah meninggal dunia. Jenazah rencananya akan dimakamkan pada Senin (26/4/2021) di pemakaman Kembang Kuning. Dia dimakamkan bersebelahan dengan ayah dan ibunya. "Henry ini sosok yang ramah dan tidak pilih-pilih teman," tutupnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini