Kritik Buku Diet Tya Ariestya, YouTuber Yulia Baltschun: Gemas Deh!

Lintang Tribuana, Jurnalis · Rabu 03 Maret 2021 19:14 WIB
https: img.okezone.com content 2021 03 03 33 2371717 kritik-buku-diet-tya-ariestya-youtuber-yulia-baltschun-gemas-deh-wCqKm942Q9.jpg Yulia Baltschun dan Tya Ariestya (Foto: Instagram)

JAKARTA - Buku tips diet Tya Ariestya yang sukses menurunkan bobot 22 kilogram dalam waktu 4 bulan rupanya mengundang kritikan dari Yulia Baltschun, YouTuber sekaligus spesialis fitnes dan diet.

Melalui video di Instagram, Yulia menuangkan keresahannya tentang buku Tya. Menurutnya, tips diet berdasarkan pengalaman seseorang belum tentu sesuai untuk orang lain dan tak layak dibukukan.

Tya Ariestya

"Ketika kamu bikin buku yang kebanyakan berdasarkan pengalaman pribadi harusnya jadi buku biografi, enggak usah masukin tentang kalori, jenis makanan, tutorial diet," ungkap Yulia dikutip dari Instagram, Rabu (3/3/2021).

Baca Juga:

- Ingin Tambah Momongan, Tya Ariestya Siap-Siap Ikut Bayi Tabung Lagi

- Diet Ketat, Tya Ariestya Jaga Waktu dan Pola Makan

"Kalau kamu memang mau bikin buku yang benar-benar soal membahas diet ya pagi harus makan apa, siang makan apa, harus yang bisa diikuti sama banyak orang yang membaca bukunya," tambahnya.

Yulia kemudian melengkapi video unggahannya dengan keterangan lain. Ia menilai tata cara diet yang disampaikan Tya dalam bukunya termasuk ekstrem.

"Capek deh... diet extrim lahir melulu! Tahun 2021 ketika manusia harusnya lebih kritis eh... masih aja ada yang mau rela kalori defisit extrim demi kurus," tulisnya.

Ia melanjutkan, "Kurus sih pasti!! Tapi kurusnya melalui cara yang biasa dilakukan orang yang punya “eating disorders” (gangguan makan)."

Yulia menilai tata cara diet dalam buku tersebut tidak aman untuk diikuti orang lain. Dia sudah terlanjur kesal dengan kehadiran buku itu hingga menganggap pihak yang menerbitkannya kejam.

Kritik Yulia Baltschun

"Gemas deh!! Betapa kejamnya manusia yang publish diet extrim dan berkelit atau beropini bilang itu aman padahal jelas-jelas enggak aman," ungkap perempuan berdarah Jerman-Indonesia ini.

"Kejam.... pakai testimoni kurus sebagai rayuan, pakai testimoni sebagai anjuran, pakai testimoni sebagai indikator keamanan," pungkasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini