Gagal ke Selandia Baru, Awal Mula Renatta Moeloek Berkarier di Indonesia

Pradita Ananda, Jurnalis · Selasa 20 Oktober 2020 15:15 WIB
https: img.okezone.com content 2020 10 20 33 2296643 gagal-ke-selandia-baru-awal-mula-renatta-moeloek-berkarier-di-indonesia-6LRIH2MET2.jpg Chef Renatta Moeloek (Foto: Instagram Chef Renatta)

JAKARTA - Chef Renatta merupakan lulusan sekolah kuliner ternama, Le Cordon Bleu Culinary Art, Paris, Perancis. Usai lulus, Chef Renatta Moeloek dibanjiri tawaran pekerjaan di industri kuliner Prancis.

Tapi pada kenyataannya, akhirnya Renatta malah sukses berkarier di Indonesia. Salah satu alasan yang paling mendasari Renatta untuk bekerja di Indonesia, ternyata karena visa bekerja yang ia miliki telah habis.

Baca Juga:

Tampilan Chef Renatta in Black, Keren!   

Dijadikan Objek Fantasi Seks seperti Renatta Moeloek, Harus Apa?

Chef Renatta Moeloek


“Alasan pilih berkarier di sini, satu awalnya karena visa habis lalu dan dapat pekerjaan di New Zealand. Itu di New Zealand gue apply, interview, video call, sudah tanda tangan kontrak segala. Pulang ke Jakarta dari Paris waktu itu karena harus urus working visa di kedutaan besar New Zealand di sini,” papar Renatta, dikutip dari akun channel Youtube Arnold Poernomo, Selasa (20/10/2020).

Tak semulus yang dibayangkan, ternyata karena peraturan hukum baru yang berlaku. Pada akhirnya Renatta tidak bisa menjajal karier sebagai chef di Selandia Baru.

“Sampai di sini, pokoknya ada yang salah. Ada hukum peraturan baru, kayak enggak boleh mempekerjakan yang dari luar kalau kuota dari dalam masih cukup. Ya sudah gue jadinya stuck di sini,” lanjutnya.

Terlanjur sudah berada di Indonesia, kala itu ia mendapat tawaran untuk menjadi Chef di acara-acara private dining. Berawal dari mulut ke mulut, akhirnya momen inilah yang menjadi cikal bakal karier Renatta sebagai chef profesional di Indonesia dimulai.

“Nah pas istirahat sambil memikirkan apa mau di sini atau apply kerja lagi itu ada tawaran dari kenalan-kenalan, buat masak di acara private dining. Tapi waktu itu belum serius, karena masih dari mulut ke mulut, ada yang minta oh ya boleh. Itu penting buat gue, karena kalau enggak ngapa-ngapain kan bisa jadi tumpul,” tutup Renatta.

(aln)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini