Trending Topic Twitter, YouTuber Turah Parthayana Dituding Lakukan Pelecehan Seksual

Lintang Tribuana, Jurnalis · Kamis 06 Agustus 2020 14:09 WIB
https: img.okezone.com content 2020 08 06 33 2257932 trending-topic-twitter-youtuber-turah-parthayana-dituding-lakukan-pelecehan-seksual-bisrqT4ghT.jpg Turah Partayana (Foto: Instagram)

JAKARTA - YouTuber Turah Parthayana menjadi trending topic di Twitter pada hari ini, Kamis (6/8/2020). Mahasiswa asal Indonesia yang menempuh pendidikan di Rusia itu diduga melakukan pelecehan seksual kepada teman perempuannya.

Hal ini bermula dari cuitan akun Twitter @sandi_sa119. Pemilik akun tersebut mengaku sudah berbicara dengan korban dan menyimpan bukti terkait pelecehan seksual.

Menurut akun tersebut, korban Turah tak hanya satu orang. Masih ada yang menutupi karena menerima ancaman dari oknum.

"Kasus tidak hanya satu. Ada oknum yg nutupi. ADA ANCAMAN KE PADA KORBAN. Tunggu utas gue biar lengkap. Gue janji bakal buka semua bukti dan percakapan gue sama Korban. #Turahpelecehanseksual" tulis akun @sandi_sa119.

Baca Juga: Reaksi Amanda Manopo Usai Billy Syahputra Ketemu Elvia Cerolline

 

Kemudian, cuitan itu dilengkapi kronologi pelecehan seksual yang diduga dilakukan Turah. Disertakan juga dengan bukti rekaman suara JA, perempuan yang mengaku korban.

Menurut pengakuan JA, dia diajak oleh Turah menonton film horor bersama di kamar temannya, Dani. Saat Dani tertidur, Turah beraksi dengan memaksa korban JA memegang bagian vitalnya dan menciumnya secara sepihak.

Akun @sandi_sa119 juga melampirkan surat pernyataan dari Ketua Perhimpunan Mahasiswa Rusia (Permira) Tomsk, Rusia, Gokma Sahat Tua Sinaga membenarkan jika Turah Parthayana melakukan tindakan pelecehan seksual kepada JA secara berencana. Tercatat bahwa peristiwa itu terjadi pada 23 November 2019.

Sementara itu, manajer Turah, Jehian Panangian Sijabat memberikan klarifikasi melalui Twitter-nya. Dia membenarkan bahwa Turah melakukan pelecehan seksual.

"1) Turah telah melakukan kesalahan fatal, menerima tuduhan yang diarahkan padanya, bahwa dia melakukan pelecehan. 2) Pertemuan 1: pemberian sanksi keras terhadap TP & Penyebaran surat. 3)Pertemuan 2: TP diminta klarifikasi di hadapan para mahasiswa, 4) Turah siap menerima sanksi lagi, misal keberadaan informasi tersebut ke publik. (yang sekarang terjadi), hingga sanksi2 lain jika JA belum merasa cukup," tulis Jehian.

"Saya juga sama seperti banyak orang, menunggu respon langsung dari Turah. Tapi untuk sekarang, itu adalah cerita dari sisi saya," tambahnya.

Jehian bahkan meminta publik untuk menyemangati JA yang sudah berani menyuarakan pengalamannya sebagai korban pelecehan. Dia menilai bahwa hal tersebut pasti berat untuknya.

"Oh iya satu hal lagi, tolong berikan semangat dan dukungan kepada JA yang telah berani speak up berulang kali (di asrama, tomsk, hingga di kini di twitter). Itu. Pasti sangat sulit baginya untuk melakukan ini, dan kita tidak bisa menilai trauma yang dialaminya," tulisnya lagi.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini