JAKARTA - Catherine Wilson kini menjadi perbincangan hangat lantaran diduga teler karena pengaruh narkoba saat menjadi bintang tamu di acara televisi yang dipandu Andre Taulany dan Sule. Video acara itu menjadi viral dan menuai komentar miring netizen.
Pihak keluarga pun geram karena Catherine menjadi bahan olokan netizen karena video tersebut. Hal ini diungkapkan oleh sang manajer, Reindhy.
Baca Juga:
Penjelasan Manajer soal Gerak-gerik Catherine Wilson yang Diduga Teler di Acara TV
Catherine Wilson Diduga Teler di Acara Televisi, Manajer: Sedang Tak Enak Badan

"Keluarga kan enggak terima (Catherine) dijadiin bahan bully-an, manusia kan engak ada yang sempurna pasti punya kekhilafan," kata Reindhy saat dihubungi Okezone pada Kamis (23/7/2020).
Reindhy menuturkan bahwa keponakan Catherine bahkan sempat terpancing emosi hingga nyaris membalas komentar nyinyir netizen. "Keponakannya agak sedikit emosi tadi sempat pengin bales-balesin komen," ungkap Reindhy.
"Saya bilang jangan. Nanti malah diserang netizen biar Om Reindhy aja yang buka statement di media," sambungnya.
Video yang viral di media sosial itu dirilis di YouTube Ini Talkshow pada 14 Oktober 2019 berjudul 'Ternyata Pakar Jodoh Ini Juga Susah Cari Jodoh'. Dalam tayangan itu, Catherine tampak memperlihatkan gelagat aneh. Banyak netizen menduga sang aktris sedang dalam pengaruh narkoba saat itu.
Baca Juga:
Terima Uang Kembalian Rp20 Ribu, Aurel Hermansyah Bingung untuk Apa
Ceraikan Galih Ginanjar, Barbie Kumalasari Akui Butuh Pendamping Baru

Catherine Wilson ditangkap pihak berwajib di kediamannya di Cinere, Depok pada 17 Juli 2020. Dalam penggeledahan, polisi menemukan barang bukti dua paket sabu seberat 0,43 dan 0,66 gram.
Catherine pun terbukti mengonsumsi sabu setelah tes urine-nya dinyatakan positif mengandung metafitamin. Kepada polisi, model berdarah Indonesia-Inggris itu mengaku baru mengonsumsi barang haram tersebut dua bulan terakhir.
(aln)
Celebrity Okezone menghadirkan berita terbaru, eksklusif, dan terpercaya seputar artis dalam dan luar negeri