Kata Joko Anwar soal Persiapan Produksi Film di Tengah New Normal

Lintang Tribuana, Jurnalis · Senin 08 Juni 2020 16:38 WIB
https: img.okezone.com content 2020 06 08 206 2226365 kata-joko-anwar-soal-persiapan-produksi-film-di-tengah-new-normal-bzsZdVkHvC.jpg Joko Anwar (Foto: Okezone)

JAKARTA - Industri perfilman kini tengah bersiap beradaptasi dengan situasi new normal. Namun, sutradara Joko Anwar masih menunggu peraturan tetap dari pemerintah untuk bisa menjalankan produksi film.

"Kita masih nunggu SOP dan protap dari pemerintah yang terkait, kementerian yang membawahi industri film," kata Joko Anwar saat dihubungi Okezone pada Senin (8/6/2020).

Baca Juga:

Joko Anwar Sebut Streaming Bukan Solusi Penayangan Film selama Pandemi

Joko Anwar Klaim Industri Film Merugi Ratusan Miliar selama Pandemi COVID-19

Joko Anwar


Sutradara Perempuan Tanah Jahanam itu masih belum bisa memastikan persiapan apa yang dilakukannya. Sebab, nantinya hal itu juga akan disesuaikan dengan protokol resmi dari pemerintah agar proses produksi film bisa berjalan dengan aman di tengah pandemi COVID-19.

"Kebutuhan produksi film kan beda-beda ya, ada yang lokasinya mesti masuk pemukiman penduduk atau ada yang di hutan. Jadi ya, masing-masing kita mempersiapkan sesuai dengan kebutuhan produksi, tapi nanti akan kita sesuaikan dengan protap dengan pemerintah," tuturnya.

 

Sebelumnya, Badan Perfilman Indonesia (BPI) sudah membahas terkait protokol produksi film bersama para pemangku kepentingan terkait. Hal-hal tersebut meliputi keseluruhan proses mulai dari pra hingga pasca-produksi yang meliputi keselamatan para pekerja film di tengah pandemi corona.

Baca Juga:

Diduga Sindir Raul Lemos, Ashanty Posting Kalimat Pedas di Instagram

4 Film Anti-Rasis Berdasarkan Kisah Nyata

Joko Anwar


Menurut Ketua Umum BPI, Chand Parwez, hasil diskusi tersebut sudah tersusun menjadi draft dan diserahkan kepada Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf). Namun, draft tersebut hingga kini, Senin (8/6/2020) masih belum disahkan karena harus dikaji lagi dengan melibatkan pihak lainnya.

1
2
Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini