Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Sejarah Hari Film Nasional, Darah & Doa sebagai Titik Awal

Lintang Tribuana , Jurnalis-Senin, 30 Maret 2020 |13:35 WIB
Sejarah Hari Film Nasional, Darah & Doa sebagai Titik Awal
Ilustrasi Film (Foto: Ist)
A
A
A

JAKARTA - Hari Film Nasional diperingati setiap tanggal 30 Maret. Tentu menjadi momen berkesan bagi setiap insan perfilman Tanah Air.

Sejarah awal Hari Film Nasional dimulai dari film Darah & Doa atau Long March Siliwangi yang merupakan film besutan sutradara Usmar Ismail. Pengambilan gambar film tersebut pertama kali dilakukan pada 30 Maret 1950.

Baca Juga:

Maia Estianty Akhirnya Kembali ke Pelukan Suami

Pertama Kali Bertemu Hiu Paus, Raline Shah Kaget

Usmar Ismail, Foto: Wikipedia


Darah & Doa begitu spesial karena menjadi film pertama yang disutradarai oleh orang pribumi dan produksi perusahaan film Indonesia, Perusahaan Film Nasional Indonesia (Perfini) yang didirikan oleh Usmar Ismail.

Karena itulah, Konferensi Dewan Film Nasional dengan Organisasi Perfilman pada 11 Oktober 1962 menetapkan bahwa 30 Maret menjadi Hari Film Nasional.

Ketetapan itu diperkuat dengan munculnya Keputusan Presiden Republik Indonesia (Keppres RI) Nomor 25 Tahun 1999 tentang Hari Film Nasional pada masa Presiden BJ Habibie.

Halaman:
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita celebrity lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement