Tompi Minta Presiden Tindak Tegas Penjual Masker Harga Selangit

Vania Ika Aldida, Jurnalis · Selasa 03 Maret 2020 20:56 WIB
https: img.okezone.com content 2020 03 03 33 2177700 tompi-minta-presiden-tindak-tegas-penjual-masker-harga-selangit-upTalbEact.jpg Tompi (Foto: Ady/Okezone)

JAKARTA - Penyanyi bersuara merdu, Tompi, ikut bersuara dalam menghadapi kabar terkait virus korona yang telah menimpa dua orang WNI. Sebagaimana diketahui, pengumuman bahwa telah ada dua orang WNI yang terjangkit virus korona, membuat masyarakat nampak panik dan berakibat cukup parah.

Menurutnya, pihak pemerintah terutama Presiden, harus memiliki sikap tegas pada para pedagang masker dan hand sanitizer yang melakukan penjualan dua barang tersebut dengan harga di atas nalar pikiran manusia. Sebab, para penjual masker dan hand sanitizer diketahui tega menjual barang dagangannya lebih dari lima kali lipat dari harga seharusnya.

"PEMERINTAH HARUS MENANGKAP DAN MENGHUKUM TEGAS , PEDAGANG2 BEJAT YANG MENJUAL MASKER/HAND SANITIZER dengan harga sesuka2 jidadnya! Jgn telat melulu kluarin aturan!," tulis Tompi pada akun Twitternya.

 

Baca Juga: Tompi Sesalkan Usulan Menkes Terawan soal Wisata Kebugaran Mak Erot

"MHN PERHATIANNYA PAK @jokowi," lanjutnya.

Unggahan pria yang juga berprofesi sebagai dokter bedah tersebut rupanya mendapat sambutan positif dari masyarakat. Terutama yang turut merasa resah dengan sikap serakah para penjual yang tega menaikkan harga berkali-kali lipat untuk sebuah masker.

"Namanya jg hukum ekonomi. Kayaknya yang mendadak jadi pedagang masker yang harus dtangkap sih. Atau bisa juga bikin aturan beli masker ngga boleh online, harus di toko fisik dan dibatasi..," tulis tyarsibarani.

"Aku pasrah bang.. Nggak dapet masker.. Sekali ada mahal mahal banget.. Dah lah... Dulu kabut asap kami dibagikan masker gratis..ini malah mahal," tulis abdullahsitrs.

Tak hanya mengomentari terkait serakahnya masyarakat yang menjual msker dan hand sanitizer dengan harga selangit. Tompi juga diketahui turut mengomentari sikap masyarakat yang memadati pusat berbelanjaan untuk memborong mie instan hingga berkardus-kardus.

"Wahai umat manusia yang panik dan ngeborong mie instant... Hati-hati ntar atitnya bukan karena virus melainkan karena mie nya," tandasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini