nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Wafat di Usia 55 Tahun, Berikut Karya Seni Djaduk Ferianto

Erdyaldha Rizky Nikita Sitorus, Jurnalis · Rabu 13 November 2019 14:51 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 11 13 33 2129340 wafat-di-usia-55-tahun-berikut-karya-seni-djaduk-ferianto-o5o718Xbhi.jpg Djaduk Ferianto (Foto: Instagram @djaduk)

JAKARTA - Gregorius Djaduk Ferianto meninggal dunia Rabu (13/11/2019) dini hari dalam usia 55 tahun. Kabar duka tersebut disampaikan langsung oleh sang kakak kandung, Butet Kartaredjasa, melalui instagram pribadinya, @masbutet.

"RIP. Djaduk Ferianto," beserta foto yang bertuliskan "Sumangga Gusti," tampak dipostingnya pagi ini.

Darah seni mengalir dalam diri seniman multitalenta yang biasa disapa Djaduk ini. Ayahnya, Bagong Kussudiardja adalah seorang koreografer dan pelukis senior di Indonesia, sedangkan kakaknya, Butet Kartaredjasa adalah seorang aktor dan pemain teater.

Djaduk Ferianto

Ia dikenal juga sebagai seorang yang romantis. Terlihat dari postingan yang ada di instagram miliknya, @djaduk. Sebagai seorang aktor, sutradara sekaligus musikus handal, Djaduk mempunyai banyak karya dalam industri hiburan dan ikut andil dalam berbagai teater. Berikut daftarnya.

Baca juga: Perjalanan Karier Djaduk Ferianto, Menari sejak Kecil hingga Belajar Musik ke Amerika

1. Kelompok Musik

Djaduk Ferianto

Di awal kariernya, Djaduk mendirikan sebuah kelompok musik yaitu Kelompok Rheze. Mencuri perhatian, Kelompok Rheze ini dinobatkan menjadi juara 1 di Musik Humor tingkat nasional pada tahun 1978. Ia juga mendirikan Kelompok Musik Kreatif Wathathitha.

Selanjutnya, pada tahun 1995 Djaduk mendirikan Kelompok Kesenian Kua Etnika bersama kakaknya, Butet Kertaradjasa dan Purwanto. Kelompok musik ini merupakan penggalian atas pendekatan musik etnik dan modern.

Baca juga: Dipolisikan, Akun YouTube Hikmah Kehidupan Minta Maaf pada Ruben Onsu

Pada tahun 1997, Djaduk juga mengolah musik keroncong dan mendirikan Orkes Sinten Ramen. Bersama kelompok-kelompok keseniannya, Djaduk telah mendatangi berbagai kota di Indonesia. Mereka pun juga pernah mendatangi Belanda, Jerman Barat, Swiss, Swedia, Jepang, dan beberapa negara lainnya.

2. Teater

Djaduk Ferianto

Djaduk menaruh perhatiannya di dunia teater. Sebagai sutradara, beberapa teater pernah digarapnya.

3. Film

Djaduk Ferianto

Djaduk hadir di beberapa film Tanah Air, seperti Petualangan Sherina (2000), Koper (2006), Jagad X Code (2009), dan Cewek Saweran (2011).

Ia hadir dalam dunia perfilman melalui Petualangan Sherina berperan sebagai suruh Pak Raden (Butet Kartarejasa). Djaduk juga ikut andil dalam album Sherina Munaf. Ia menyumbangkan suaranya di lagu "Kartarejasa".

4. Ngayogjazz

Djaduk Ferianto

Pagelaran tahunan musik jazz yang diadakan di Yogyakarta, Ngayogjazz akan dilaksanakan pada 16 November. Djaduk merupakan penggagas pagelaran ini.

Bersama kakaknya, Butet Kartarejasa, mereka aktif menjadi bagian dalam acara ini. Semalam sebelum menghembuskan napas terakhir, ia masih menghadiri rapat persiapan acara tahunan ini.

1
3
BERITA FOTO
+ 5

Seniman Jaime Haiyon Ciptakan Desain TOTO yang Efisien dan Canggih

Desainer dan seniman Jamie Hayon berhasil memadukan keselarasan antara sisi visual dan dekoratif dengan sisi fungsi yang efisien.

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini