nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Musik Lintas Iman Jembatani Perbedaan Antar Umat Beragama

Vania Ika Aldida, Jurnalis · Sabtu 25 Mei 2019 21:01 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 05 24 205 2060077 musik-lintas-iman-jembatani-perbedaan-antar-umat-beragama-msnHK7ouLy.jpg Glenn Fredly (Foto: Vania/Okezone)

JAKARTA - Koalisi Seni Indonesia dan Kami Musik Indonesia (KAMI), menggelar sesi diskusi bertajuk 'Musik Sebagai Peranti Perdamaian'. Dalam diskusi tersebut, hadir beberapa musisi dari beragam latar agama dan kepercayaan, diantaranya Dewa Budjana (Hindu), Barry Likumahuwa (Kristen), dan Odelia Sabrina Taslim (Budha).

Dipandu oleh musisi sekaligus pemilik Toko Musik Bagus, Glenn Fredly, keempatnya membahas bagaimana karakter musik rohani yang mereka geluti. Hingga pengalaman berkolaborasi dengan musisi yang memiliki agama atau kepercayaan berbeda.

Bagi Glenn, musik merupakan bagian yang tak terpisahkan dalam ritual keagamaan. Bahkan musik memiliki peran untuk menjaga toleransi lantaran berpotensi guna menjembatani perbedaan.

 Glenn Fredly

"Setiap latar belakang, adat, suku, agama bahkan, musik menjadi peran yang central dalam melakukan ritual. Nah ini yang penting untuk bisa dijadikan kekuatan sebenarnya untuk kita membangun dialog budaya maupun lintas iman melalui seni dan budaya," jelas Glenn Fredly saat ditemui di kawasan Cilandak, Jakarta Selatan.

Baca Juga: Cerita Dewa Budjana Ciptakan Lagu Religi Agama Lain

"Indonesia kaya akan hal itu, kita punya kekayaan budaya terbanyak di dunia, signifikan kita punya peran, artinya kebudayaan itu bukan hanya sekedar ceremonial, tapi harus menjadi satu substansi yang membangun karakter," sambungnya.

Dewa Budjana menjadi salah satu contoh musisi yang sempat ikut serta dalam pembuatan beberapa album religi. Tak hanya album religi untuk agama yang ia anut, tetapi juga agama lain, seperti Kristen, Budha, dan Islam. Baginya, kecintaannya terhadap musik dapat menyatukan berbagai nada menjadi harmoni indah.

"Saya dari bikin album Hindu tiga album, bikin album ramadan banyak sekali, saya engak ngitung karena lebih banyak pakai tur 14 tahun ramadan. Lalu album solo Christmast saya bikin dua. Album Budha dua tahun lalu saya bikin satu. Tujuan saya cuma.. buat saya pribadi bukan menjadikan itu contoh, buat saya pribadi musik bisa kemana saja," ungkap Dewa Budjana.

"Saya bukan harus karena saya seorang Hindu, saya jadi enggak mau main musik dengan yang lain. Musik itu kan musik, kalau yang lain kita saling menghormati itu sangat penting. Tidak perlu diembel-embeli apa-apa," tegasnya.

Hampir sama dengan Budjana, Barry Likumahuwa juga sempat memiliki pengalaman seru saat harus tampil di beberapa acara keagamaan, salah satunya saat Tahun Baru Islam. Ia mengungkapkan betapa seru dan indahnya rasa toleransi mereka, padahal masjid tersebut terletak di sebuah kompleks muslim terbesar Asia Tenggara.

 

"Yang ada di sana itu semua muslim, dan gue disambut dengan baik, malah jadi keluarga. Padahal yang datang ke acara itu malah ada yang dari luar Jawa juga, mereka tidur di mushola gitu. Makanya gue suka heran kalau ada orang yang senang memecah belah, padahal umat muslim di satu kompleks sebesar itu saja justru menjaga keberagaman gitu," papar Barry Likumahuwa.

"Gue juga pernah main di Ramadan Jazz Festival, gue juga setiap tahun main di acara tahunan salah satu Masjid di daerah Radio Dalam. Tapi tahun ini memang gue enggak bisa main di sana, karena lahiran anak pertama kan," pungkasnya.

(edh)

BERITA FOTO
+ 4

Gunakan Kopiah Musisi Glenn Fredly Temui Ketua DPR Bambang Soesatyo

Ketua DPR Bambang Soesatyo (ketiga kanan) berpose bersama musisi Glenn Fredly (ketiga kiri), Anang Hermansyah (kedua kiri) yang juga anggota Komisi X DPR, dan pengamat musik Bens Leo (kedua kanan) seusai melakukan pertemuan di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu 4 April 2018

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini