nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Gladiator 2, Sekuel Paling Aneh

Ady Prawira Riandi, Jurnalis · Jum'at 17 Agustus 2018 18:56 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2018 08 17 206 1938016 gladiator-2-sekuel-paling-aneh-M634fdDfoY.jpg Foto: Daily Mail

JAKARTA - Gladiator 2 mungkin adalah sekuel teraneh yang pernah dibuat di dunia perfilman. Mengapa bisa dibilang aneh karena sebenarnya tidak ada pertanyaan tersisa atau teka-teki yang harus dipecahkan oleh penonton setelah menyaksikan film perdananya.

Dengan kata lain kisah perjalanan Maximus (Russel Crowe) setelah membunuh Commodus (Joaquin Phoenix) sama sekali tak membutuhkan sekuel. Namun kesuksesan besar Gladiator pada tahun 2001 dengan lima piala Oscar, termasuk dalam kategori film terbaik dan aktor terbaik, dan meraup pendapatan sekira USD juta di box office membuat orang-orang di balik layar ingin kembali mencicipi kesuksesan serupa. Lalu bagaimana sutradara Ridley Scott dan Russel Crowe membuat sekuel Gladiator ketika semua kemungkinan ceritanya sudah di luar batas logis para penikmat film? Cara satu-satunya mungkin adalah dengan mengembangkan cerita sampai ke luar pemikiran orang-orang.

Dilansir dari BBC, Jumat (17/8/2018) Ridley pun lantas memerintahkan John Logan, salah satu penulis skenario film pertama Gladiator, untuk menulis sekuel dengan berlatar zaman Romawi kuno tetapi tidak menampilkan Crowe atau gladiator. Jadi sebenarnya film ini sendiri tidak bisa dikatakan sebagai sekuel sama sekali.

(Baca juga: Hilangkan Stress, Aktor Gladiator Russell Crowe Pilih 'Manggung')

Crowe sendiri menambahkan musisi asal Australia, Nick Cave untuk menemani Logan dalam menulis skenario sekuel Gladiator. Cave yang sudah pernah bekerja bersama Crowe tak bisa menolak tawaran dari temannya meski ia juga berpikir bahwa Gladiator tak seharusnya dibuat sekuel.

“Bukannya kau mati di Gladiator ?”tanyanya kepada Crowe.

“Ya kau bereskan lah,” jawab Crowe singkat.

Skenario Gladiator 2 pun dibuka dengan adegan Maximus yang terbangun di akhirat. Maximus pun kecewa lantaran akhirat yang ia hadapi tidak seperti apa yang ada di benaknya, Elysium bermandikan sinar mentari. Alam akhirat yang digambarkan ternyata alam tanpa hujan di mana para pengungsi yang malang meringkuk berdempetan di sebuah tepi lautan hitam. Secara garis besar, Gladiator dua bisa dikatakan sebagai sebuah film petualangan supernatural seorang Maximus. Jauh dari bayangan sekuel orang-orang yang menantikannya.

Hasil dari kemunculan Maximus di alam akhirat adalah misi membunuh Hephaestus, seorang dewa yang sudah berkhianat di akhirat. Setelah berhasil membunuh Hephaestus, Maximus pun mendapat kesempata kedua untuk kembali hidup di dunia, satu atau dua dekade setelah kematian pertamanya.

Maximus lalu masuk ke dalam berbagai peperangan yang sebenarnya tidak jelas arah dan tujuannya. Skenario Cave di Gladiator dua ini benar-benar di luar pemikiran orang normal. Namun Cave mengakui bahwa ia sangat senang ketika menulis skenario yang bahkan tak dipuji oleh Crowe sebagai bintangnya tersebut.

(Baca juga: Unik, Ini Barang Lelang Russell Crowe dari Properti Film yang Dibintangi)

“Saya sangat senang menulis skenario itu karena saya tahu di setiap level bahwa itu tidak akan pernah diangkat menjadi sebuah film,” kata Cave.

Dengan sekian banyak kelemahannya itu, mungkin kah Gladiator 2 mendapatkan antusiasme dari para penonton? Mengingat Gladiator sudah dikenal sebagai film hebat dengan menjual semangat patriotisme di film perdananya tiba-tiba berganti menjadi film dengan perjalanan waktu, lompat dimensi, serta filosofi anti perang.

(sus)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini