Kelelahan, Karyawan YG Entertainment Tewas Bunuh Diri

Sasya Semitari P, Jurnalis · Selasa 14 Agustus 2018 12:18 WIB
https: img.okezone.com content 2018 08 14 33 1936253 kelelahan-karyawan-yg-entertainment-tewas-bunuh-diri-m6jDGxXofA.jpg Ilustrasi karyawan YG Entertainment Bunuh Diri. (Foto: Koreaboo)

SEOUL – Seorang karyawan wanita agensi musik raksasa asal Korea Selatan, YG Entertainment, diketahui mengakhiri hidupnya pada 31 Maret 2018. Besar kemungkinan alasan Jie –nama perempuan tersebut, mengakhiri hidupnya karena tak tahan dengan tekanan pekerjaan.

Melansir Koreaboo, Selasa (14/8/2018), rasa depresi Jie tersebut, sempat ia ungkapkan melalui sejumlah unggahan di media sosial. Jie bahkan tak sungkan mengungkapkan ketidaksenangannya terhadap pekerjaan yang dijalaninya kala itu.

Seperti dalam salah satu unggahannya melalui Instagram, ia menuliskan “(Pekerjaan) ini sangat tidak menyenangkan bagiku,” ujarnya dalam salah satu unggahan. Sayang, akun Jie tersebut tidak bisa ditemukan lagi, lantaran Instagram telah menghapusnya.

Baca juga: Pose Dianggap Tidak Sopan, Chacha Frederica Disemprot Netizen

Tidak berhenti sampai di situ, Jie juga sering mengunggah foto dengan nuansa hitam, ketika dia tidak bisa tidur. Ungkapan dirinya merasa sendiri dan tidak bisa tidur pun cukup sering dilontarkan oleh karyawan YG Entertainment itu.

“#Sendiri seharian. Aku tidak bisa tidur, apa yang harus aku lakukan?” ujarnya sebelum memutuskan bunuh diri.

Beberapa hari sebelum kejadian nahas tersebut, Jie sempat mengunggah sebuah foto di mana dirinya sedang berada di sebuah rumah sakit. Ia juga meletakan logo YG Entertainment dalam foto itu. Dalam unggahan tersebut, Jie mengungkapkan, dia merasa lelah karena kerja berlebihan di kantor. Perempuan itu juga merasa kalau tidak ada satu orang pun yang mendengarkan dirinya.

“Lagi, aku harus menginap di sini karena pekerjaanku terlalu banyak. Aku bekerja hingga aku tidak bisa berjalan. Aku tidak bisa mencari cara yang baik untuk mengungkapkan ini selain (melalui) Instagram. Karena setelah aku menghubungi kantor, kerabat kerja, bahkan teman-teman, tak satupun memberi jawaban yang memuaskan,” ungkapnya dalam unggahan itu. 

Jie menambahkan, “Secara tiba-tiba, aku bekerja lebih dari 13 jam sehari. Sekarang, aku hanya bisa tidur selama 3 jam sampai akhirnya aku harus kembali bekerja. Semua orang menjauh sampai aku merasa tidak ada lagi. Aku tidak bisa menjelaskan (apa yang kurasakan) dengan baik saat ini. Aku tidak bisa melakukan ini lagi di hari lain.”

Baca juga: Resmi Bercerai, Opick Pilih Move On Sibukkan Diri Resmikan Masjid

Sekitar 2 hari sebelum meninggal, Jie kembali mengunggah kata terakhir di Instagram bertuliskan, “Aku minta maaf.” Hingga berita ini diturunkan, tak ada keterangan dari pihak keluarga maupun YG Entertainment terkait kasus tersebut.

Bunuh diri memang menjadi hal yang lazim di Korea Selatan. Data Badan Kesehatan Dunia (WHO) pada 2016 menyebutkan, dari 100.000 populasi Korea Selatan, sekitar 25,6 di antaranya meninggal karena bunuh diri. Angka itu lebih tinggi dibandingkan Jepang dengan 15,4 kasus.

Bahkan virus ‘bunuh diri’ itu juga kerap terjadi pada anak-anak dan pesohor dunia hiburan akibat beratnya persaingan. Sejumlah artis Korea juga diketahui mengakhiri hidupnya karena mengalami depresi akibat tekanan industri hiburan.

(SIS)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini