nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Lagi, Kim Kardashian Digugat karena Pelanggaran Hak Cipta

Siska Maria Eviline, Jurnalis · Kamis 19 Juli 2018 20:50 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2018 07 19 33 1924751 lagi-kim-kardashian-digugat-karena-pelanggaran-hak-cipta-PGCsBy2svK.jpg Kim Kardashian. (Foto: Reuters)

LOS ANGELES – Bintang televisi Kim Kardashian West menghadapi tuntutan hukum baru. Melansir The Blast, Vibes Media mengklaim pendiri KKW Beauty itu menjiplak logo mereka untuk produk parfum terbarunya, Vibes.

Logo tersebut, menurut Vibes Media, sudah mereka patenkan sejak tahun 2012. Mereka juga mengklaim, KKW Beauty tak memiliki izin untuk menggunakan logo itu.

(logo parfum Kim Kardashian (atas) dan logo Vibes Media (bawah))

Perusahaan yang berbasis di Chicago itu menuding Kardashian telah ‘memasarkan, mempromosikan, dan menjual’ parfum dengan brand ‘Vibes’. KKW Beauty, menurut Vibes Media, menjual parfum tersebut dalam botol dengan merek logo Vibes milik mereka.

Atas pelanggaran hak paten tersebut, maka Vibes Media menuntut ganti rugi agar Kardashian tak menjual lebih banyak produk berlogo Vibes tersebut. Sayangnya, Vibes Media tak menyebutkan berapa nilai ganti rugi yang mereka inginkan.

Baca juga: NEV+ Ajak Ariel NOAH Berkolaborasi, Bagaimana dengan Sophia Latjuba?

TMZ melaporkan, Vibes Media juga menginginkan semua parfum Vibes yang belum laku terjual harus dihancurkan. Cukup dapat dimengerti kenapa perusahaan itu terlihat ngotot memperkarakan Kardashian.

Sekadar informasi, parfum Vibes menghasilkan USD5 juta untuk istri rapper Kanye West itu hanya dalam 5 menit sejak dirilis. Terkait tuntutan tersebut, perwakilan Kardashian belum memberikan pernyataan resmi mereka.

Ini bukanlah tuntutan hukum pertama untuk ibu 3 anak itu terkait hak cipta. Pada Agustus 2017, Kimisaprincess Inc, perusahaan Kardashian, dituntut sebesar USD100 juta atas pelanggaran hak paten atas phone case LuMee yang dipromosikannya.

Case ponsel pintar itu memiliki fitur light-up yang bisa menjadi panduan dalam mengambil foto selfie. Namun, Hooshmand Harooni sebagai pelapor mengklaim, LuMee mencuri idenya. Harooni mengklaim, dia mematenkan produk ‘aksesoris lampu terintegrasi dan case’ untuk ponsel pintar pada 2013.

Baca juga: Tina Toon Akui Nyaleg sebagai Panggilan Hati

Hak paten itu didaftarkannya atas perusahaan bernama Snaplight. Harooni mengaku, pendapatan Snaplight tergerus sejak Kardashian mempromosikan produk serupa. Di lain pihak, Bardia Rahim, Pendiri Snaplight, menegaskan LuMee membuat teknologi dan integritas Snaplight dipertanyakan.

“Apa yang mereka lakukan adalah illegal ketika mereka memonopoli pasar dengan teknologi curian.”

Terkait permasalahan itu, perwakilan Kardashian sempat memberikan pembelaan mereka. Dalam keterangan resminya, kuasa hukum Kardashian mengatakan, gugatan itu salah alamat. “Ini merupakan upaya untuk menjatuhkan kredibilitas Kim Kardashian. Klien kami sama sekali tak bersalah.”

(SIS)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini