nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Bikin Kacau Laga Final Piala Dunia 2018, Band Punk Pussy Riot Ternyata Minta Ini

Revi C. Rantung, Jurnalis · Senin 16 Juli 2018 19:25 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2018 07 16 205 1923115 bikin-kacau-laga-final-piala-dunia-2018-band-punk-pussy-riot-ternyata-minta-ini-9XozSO3yjY.jpg Band Punk (Foto: Instagram)

JAKARTA - Laga pertandingan final Piala Dunia 2018 yang mempertemukan antara Perancis melawan Kroasia berjalan dengan sengit. Meski pertandingan tersebut dimenangkan oleh Perancis dan mengkukuhkan sebagai jawara baru Piala Dunia 2018, tetapi Perancis tak memang mudah. Sebelum mengakhiri laga dengan skor 4-2, sebelumnya kroasia sempat menyamakan kedudukan.

Kendati demikian, ada hal menarik yang terjadi pada ajang Piala Dunia 2018 di Russia dimana beberapa orang tampak menerobos masuk lapangan. Setelah diketahui, empat orang yang masuk diam-diam ke dalam lapangan adalah personel band punk Pussy Riot.

Sempat berkejar-kejaran dengan pihak keamanan, nyatanya beberapa personel Pussy Riot yang mengenakan kemeja putih lengkap dengan celana hitam justru melakukan toast dengan Kylian Mbappe, pemain Perancis.

Baca Juga: Hamil 8 Bulan, Vicky Shu Tak Pede soal Berpenampilan

Piala Dunia

Seperti diketahui, aksi dari Pussy Riot memang terkesan berani lantaran membuat ricuh suasana pertandingan. Dan diketahui, Pussy Riot terkenal dengan menyuarakan aksi politik dan menentang rezim Vladimir Putin.

Kendati demikian, tampak Pussy Riot membawa permintaan mengenai aksinya memasuki lapangan pertandingan Perancis melawan Kroasia. Hal itu diketahui dari laman Instagram pribadi Pussy Riot @wearepussyriot. Dalam unggahan foto yang memperlihatkan aksi kejaran-kejaran dengan pihak keamanan, band punk asal Moskow ini mengajukan beberapa permintaan.

Dari caption yang disematkan oleh Pussy Riot, dimana meminta tahanan politik agar dibebaskan. Tidak hanya itu, mereka juga mengajukan tuntutan penghentian penangkapan demonstran oposisi dan penghentian penangkapan warga karena aktivitas media sosial mereka. Kemudian kompetisi politik yang lebih terbuka di Rusia.

Baca Juga: Hamil, Vicky Shu Bersyukur Tak Pernah Mual-Mual saat Beraktifitas

Piala Dunia

Memang tuntutan tersebut diajukan lantaran Putin yang telah mendominasi dunia politik Rusia selama bertahun-tahun, hingga kembali memenangkan kursi presiden untuk periode jabatan keempat.

"We demand to:

• 1. Let all political prisoners free.

2. Not imprison for “likes”.

3. Stop Illegal arrests on rallies.

4. Allow political competition in the country.

5. Not fabricate criminal accusations and not keep people in jails for no reason.

6. Turn the earthly policeman into the heavenly policeman," tulis Pussy Riot.

(edi)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini