nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Tanggapi Replik JPU, Tio Pakusadewo "Ngotot" Minta Rehabilitasi

Adiyoga Priambodo, Jurnalis · Kamis 12 Juli 2018 18:18 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2018 07 12 33 1921566 tanggapi-replik-jpu-tio-pakusadewo-ngotot-minta-rehabilitasi-ZPWHNCs6iM.jpg Tio Pakusadewo (Foto: Okezone)

JAKARTA - Sidang duplik kasus narkoba Tio Pakusadewo baru saja digelar di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Kamis (12/7/2018). Dalam kesempatan yang diberikan Majelis Hakim untuk menanggapi replik Jaksa Penuntut Umum (JPU), tim kuasa hukum Tio tetap bertahan pada nota pembelaan atau pledoi kliennya.

"Pada intinya sama seperti minggu kemarin. Saya sampaikan bahwa replik dari Jaksa itu cuma pengulangan, semuanya pengulangan-pengulangan dari tuntutan yang telah kita sangkal dalam pledoi. Cuma Jaksa kembali mengulang. Itu saja sih yang kita sampaikan sebenarnya. Jadi hanya bentuknya pengulangan," terang kuasa hukum Tio, Aris Marasabessy usai sidang.

Baca Juga: Hadiri Sidang, Tio Pakusadewo Tutupi Wajah Pakai Sapu Tangan

Tio Pakusadewo

Selain itu, Aris juga kembali menyatakan bahwa tuntutan yang ditujukan pada kliennya tidak sesuai. Sebagai penyalahguna narkoba, Aris merasa Tio seharusnya mendapat penanganan medis berupa rehabilitasi, seperti ketentuan undang-undang.

"Jaksa tidak patuh terhadap Peraturan Jaksa Agung tentang penempatan korban atau penyalahguna narkotika dalam rehabilitasi. Itu yang pada intinya kita sampaikan," jelasnya lagi.

Seperti diketahui, Tio Pakusadewo dituntut enam tahun penjara dan denda Rp800 juta subsider enam bulan kurungan oleh Jaksa Penuntut Umum. Dia dinilai bersalah atas kepemilikan sabu seberat 1,06 gram dan dikenakan Pasal 112 ayat (1) subsider Pasal 127 ayat (1) Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.

Dengan sudah diselenggarakannya sidang duplik, kini Tio Pakusadewo tinggal menunggu Majelis Hakim membacakan putusan. Selaku kuasa hukum Tio, Aris berharap Majelis Hakim bisa menjatuhkan vonis yang setimpal dengan perbuatan sang aktor.

"Kami sih kalau lihat dari segala macam fakta persidangan, bukti persidangan, unsur-unsur yang disangkakan, kami sangat optimis. Bahwa seharusnya Om Tio nih dirawat, bukan dipenjarakan," tandas Aris Marasabessy.

Tio Pakusadewo

Baca Juga: Ini Hal yang Membuat JPU Keukeuh Tuntut Tio Pakusadewo 6 Tahun Penjara

Tio Pakusadewo terseret perkara narkoba usai ditangkap di kediamannya di kawasan Ampera, Jakarta Selatan pada Desember 2017. Dari hasil penangkapan, polisi turut mengamankan barang bukti berupa tiga klip plastik kecil berisi sabu.

(edi)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini