Share

Lembaga Sensor Film Semakin Gencar Kampanyekan "Sensor Mandiri"

Ady Prawira Riandi, Okezone · Senin 02 Juli 2018 14:32 WIB
https: img.okezone.com content 2018 07 02 206 1916639 lembaga-sensor-film-semakin-gencar-kampanyekan-sensor-mandiri-9rtDsjLhBM.jpg

JAKARTA - Di tengah maraknya produksi film-film nasional, Lembaga Sensor Film (LSF) semakin gencar dalam mengampanyekan budaya “Sensor Mandiri”.

Baca Juga: Cerita Billy Syahputra Hadiahi Kekasih Tiket Liburan ke Australia, Lakukan Pre-Wedding?

Budaya "Sensor Mandiri" adalah budaya sensor yang diberlakukan oleh para produsen film sebelum mereka mendaftarkan film mereka kepada LSF untuk ditayangkan ke masyarakat luas. LSF secara tidak langsung menekankan bahwa para produsen film harus sudah memikirkan konten dan target penonton agar nantinya tidak terkena sensor.

Maka dari itu, LSF akan menggelar kembali Anugerah LSF 2018 yang rencananya dihelat pada bulan Oktober mendatang. Tujuan dari acara ini adalah untuk mengapresiasi para insan film yang sudah menerapkan "Sensor Mandiri" sebelum film mereka masuk dan disensorkan di LSF.

“Harapannya agar baik produsen, pemilik film, sutradara, bioskop, maupun masyarakat bisa memilah dan memilih tontonan atau film yang akan dibuat dipertunjukkan dan diedarkan. Dalam rangka menurunkan ide besar ini, maka LSF menyelenggarakan seperti amanat UU adanya apresiasi terhadap masyarakat perfilman,” kata Rommy Fibri dalam konferensi pers Anugerah LSF di Jakarta Selatan, Senin (2/7/2018).

Bagi film-film yang sudah masuk dan disensorkan selama periode 1 September 2017 hingga 31 Agustus 2018, maka film tersebut berhak masuk sebagai nominasi. Penilaian akan dilakukan oleh tim internal LSF dan dilihat apakah film tersebut sempat kena revisi atau sudah mulus sejak awal.

“Begitu ada revisi, satu detik saja, maka dia akan drop. Kami ini LSF sedang mengampanyekan Sensor Mandiri, sehingga logikanya pembuat film itu sudah tahu, ‘Oh, kalau untuk 13+ adegan begini enggak masuk.’ Nah, ini yang menjadi item penilaian utama sehingga ketika satu atau dua detik revisi maka dia akan drop,” ucap Rommy.

Baca Juga: Liburan ke Bali, Pink Ajak Anak Nikmati Suasana Pasar Tradisional

Sepanjang 2017 saja, sudah ada sebanyak 159 judul film yang masuk ke LSF untuk disensorkan. Angka tersebut dirasa meningkat ke arah positif karena pada tahun 2015 jumlah film yang masuk adalah 142 buah dan pada 2016 angkanya bertambah menjadi 154 film.

(LID)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini