nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Bacakan Pledoi, Tio Pakusadewo Berberkan Sempat Ingin Bunuh Diri di Penjara

Taufik Fajar, Jurnalis · Jum'at 29 Juni 2018 05:35 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2018 06 29 33 1915449 bacakan-pledoi-tio-pakusadewo-berberkan-sempat-ingin-bunuh-diri-di-penjara-tWx5xHQAZG.jpg Tio Pakusadewo (Foto: Okezone)

JAKARTA - Sidang lanjutan kasus narkoba Tio Pakusadewo telah digelar di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Kamis (28/6/2018). Seperti yang sudah diagendakan, Tio pun membacakan nota pembelaan atau pleidoi di hadapan Majelis Hakim.

Baca Juga: Sony Pictures Bakal Garap Film Superhero Korea Pertama Marvel, Silk?

Dalam sidang, nota pembelaan dibacakan langsung oleh Tio. Dia pun menyampaikan penyesalannya yang telah mengonsumsi barang haram narkotika kepada Majelis Hakim.

Inilah nota pembelaan yang dibacakan Tio Pakusadewo.

"Assalamualaikum, terima kasih untuk kesempatan yang diberikan kepada saya untuk membacakan pledoi atau pembelaan. nama saya Irwan Susetio Pakusadewo usia saya 51 tahun, saya adalah seorang ayah seorang duda, dengan tiga orang anak.

"Sebagai warga negara Indonesia, saya lebih sering bekerja sebagai seorang aktor. dan saya juga adalah seorang pecandu narkoba yang kronis.

Gaya Rambut Tio Pakusadewo saat Sidang Kasus Narkoba

"Sebagai seorang ayah, saya memiliki kebanggaan tersendiri karena dengan cinta dan kasih sayang,

"Karena kecintaan dan kerja keras saya, saya beberapa kali saya membawa nama Indonesia mendapat penghargaan di festival film dunia di beberapa negara, dan juga menjadi sebuah kebanggan bagi saya pribadi.

"Tetapi sebagai seorang pecandu narkoba, keterikatan selama hampir lebih dari 10 tahun kepada Narkoba. dia telah beberapa kali membodohi akal sehat saya, tidak ada kebanggan apa-apa dan saya berupaya untuk bisa menghindari namun saya kembali kalah, terlalu kurang memperhatikan akal saya bisa menjadi gila.

Gaya Rambut Tio Pakusadewo saat Sidang Kasus Narkoba

"6,5 bulan yang lalu saya diborgol di hadapan anak-anak saya, saya digiring ke Polda, 10 hari ditahan di sana, dengan barang bukti. polisi kemudian mengeluarkan dan memasukkan saya ke Bhayangkara, di unit rehabilitasi Narkoba untuk menjalani rehab di rumah sakit tersebut. 3 bulan menjalani rehab di rumah sakit Bhayangkara, dan 2 bulan lebih menunggu putusan yang mulia yang sudah di final.

"Ini adalah hukuman terberat yang pernah saya alami. sungguh hukuman yang menguras tenaga maupun pikiran saya, sebagai seorang warga biasa dan warga Indonesia yang terjerumus menjadi korban kejahatan Narkotika.

"Tiga bulan rehab kemudian menyehatkan raga dan pikiran saya. Meskipun yang terjadi di tempat rehab tersebut banyak hal yang tidak sesuai dengan keinginan saya seperti hal sepele seperti makanan dan lain-lain.

Kasus Penyalahgunaan Narkotika,  Tio Pakusadewo Jalani Sidang Perdana

"Tetapi ketika masuk penjara, dan masuk ke ruang sidang, semangat saya kini menjadi hancur. Kesehatan saya drastis menurun, dan beberapa kali berpikir untuk menyudahi saja hidup saya.

"Dua bulan lebih di penjara Cipinang, tidak ada hari tanpa saya menyesali kekeliruan yang sudah saya buat. saya menyadari sepenuhnya bahwa saya ini sakit, saya sakit dan saya butuh pertolongan untuk bisa kembali sehat. selama 2 bulan lebih saya memiliki pengalaman dan pengetahuan bahwa di penjara kurang tepat yang membuat saya kembali sehat.

"Majelis hakim yang mulia saya ingin kembali sehat. saya ingin kembali di pelukan anak-anak yang saya cintai, saya ingin kembali berguna dan berlaku membuat negeri ini maju. 10 tahun menjadi pecandu, tidak akan menghalangi niat saya untuk kembali memberi manfaat untuk bagi negri ini, dan hal itu pulalah yang disetujui dan menjadi pembicaraan antara saya dengan direktur narkoba Polda metro Jaya bapak Suwondo.

Aktor Senior Tio Pakusadewo Dihadirkan Saat Rilis Kasus Narkoba di Polda Metro Jaya

"Pengalaman pahit yang sudah saya lalui akan dapat menjadikan alat agar supaya generasi muda tidak mudah tersentuh oleh penyelewengan narkoba.

"Saya sudah berjanji kepada direktur narkoba dan tim unit narkoba Polda Metro Jaya, bahwa kami sepakat untuk membuat suatu kegiatan dalam rangka mempersempit ruang narkoba bagi generasi muda, dan ini akan kami lakukan seusai program rehab yang sudah ditetapkan oleh Polda Metro Jaya yang saya sudah menjalani.

"Seperti yang disampaikan oleh bapak Donny sebagai Kasubdit dua Narkoba Polda metro Jaya bahwa selepas kepergian kasus saya ini, saya ingin dapat segera kembali ke pelukan masyarakat dan kemudian bersama-sama dengan tim unit narkoba Polda metro jaya menjalankan program demi menyelamatkan generasi muda yang belum tersentuh Narkoba. dan disini lah saya ada saran di ruangan ini dan saya mengaku bersalah saya menyerah saya pasrah dan sekali lagi saya katakan bahwa saya menyesali apa yang telah saya perbuat pada diri saya ini.

Tio Pakusadewo Melayat Almarhum Didi Petet

"Saya tidak tahu apakah saya mendapatkan kesempatan untuk menuntut dosa dan kesalahan saya sebagai pecandu, saya juga memohon kepada majelis hakim agar supaya saya diberikan kesempatan untuk menjalankan rehab seperti tiga bulan yang pernah saya jalani. saya hanya warga negara yang telah mengakui kesalahan dan berharap hukum berlaku adil, saya warga negara yang tidak berdaya di hadapan hukum, karena hukum adalah tempat saya berlindung. oleh karenanya atas nama hukum dan keadilan saya mohon kepada majelis hakim yang terhormat untuk memberikan saya keadilan.

'Apakah kesempatan itu bisa membantu menyelamatkan generasi muda seperti yang direncanakan agar bisa terlaksana.

Baca Juga: Korea Selatan Kalahkan Jerman di Piala Dunia 2018, Yoona SNSD hingga Park Shin Hye Bahagia

"Sepenuhnya keputusan ada di tangan bapak-bapak, maafkan bila yang saya sampaikan itu kurang berkenan. semoga majelis hakim yang mulia dan Allah SWT dapat memberikan keputusan yang tepat bukan hanya untuk diri saya tetapi juga untuk kehidupan generasi yang selanjutnya," pungkasnya.

(LID)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini