JAKARTA - Apa yang ada di benak anda bila melihat atau mendengar kata ondel-ondel? Ya, sepintas kita akan segera membayangkan sosok boneka besar dengan kepala berduri dan terlihat lusuh di pinggir jalan. Ada pula yang berpikir ondel-ondel identik dengan pengamen jalanan.
- Baca Juga: George R.R. Martin Tunda Perilisan Buku Winds of Winter

Resah dengan hal tersebut, penulis muda Frances Caitlin pun menuangkan ide lewat sebuah novel bertajuk Ondel-Ondel Galau. Tak sekedar novel, rupanya Frances sukses membuat pembacanya membuka wawasan dan memaknai ondel-ondel sebagai budaya bangsa.
"Saya berterima kasih dengan yang dilakukan Frances untuk menulis buku ini. Kita tidak boleh kehilangan jati diri kita, pun budaya Betawi sebagai inti kota Jakarta yang harus dijaga," kata Indra Sutisna seorang budayawan Betawi dalam sambutannya di Binus School Simprug, dalam peluncuran novel Ondel Ondel Galau karya Frances Caitlin.
Nama Frances sendiri sudah dikenal berkat prestasi-prestasi yang diraihnya. Salah satunya saat ia mewakili sekolahnya di konvensi pemimpin muda se-Asia Pasifik yang bertema Asia Pacific Young Leaders Convention pada awal April 2018 di Singapura. Acara tersebut mengusung tema Embracing Unity, Valuing Diversity yang diikuti oleh enam negara. Frances yang didapuk sebagai perwakilan dari Binus School Simprug pun menjadi juara pertama.
Novel Ondel-Ondel Galau bercerita tentang seorang gadis muda bernama Vina yang memiliki teman-teman baru, mengetahui kebudayaan-kebudayaan tradisional yang belum pernah ia ketahui, hingga tantangan yang harus dihadapinya.