Movie Review: Truth or Dare, Permainan yang Mempermainkan Pemain

Ady Prawira Riandi, Jurnalis · Sabtu 28 April 2018 04:10 WIB
https: img.okezone.com content 2018 04 28 206 1892321 movie-review-truth-or-dare-permainan-yang-mempermainkan-pemain-npDTFUZxDC.jpg Truth or Dare

JAKARTA - Genre horor kembali meramaikan penghujung kuartal pertama 2018. Truth or Dare, siap meramaikan persaingan untuk awal Mei mendatang.

Premis ceritanya sendiri sebetulnya cukup menarik. Sebuah permainan sederhana berubah menjadi pertaruhan nyawa yang mempermainkan para pemainnya. Truth or Dare, sebagai permainan, juga bisa ditemui di berbagai negara termasuk Indonesia. Tak sulit rasanya untuk menerima premis ini karena sejatinya permainan jujur atau tantangan ini juga sering dimainkan oleh anak-anak Indonesia.

Baca Juga:

Dikisahkan sekumpulan anak muda sedang menghabiskan musim panas mereka di Meksiko. Olivia (Lucy Hale), Lucas (Tyler Posey), Markie (Violet Bane), Penelope (Sophia Ali), Tyson (Nolan Gerard), dan Ronnie (Sam Lerner) adalah teman sepermainan yang memiliki latar belakang berbeda-beda.

Keenam mahasiswa tersebut secara tak sengaja bertemu dengan Carter (Landon Laboirin) di Meksiko. Rupanya keenam mahasiswa ini diajak bermain Truth or Dare oleh Carter. Tanpa diduga, permainan pun berubah menjadi sebuah ancaman karena ada iblis yang masuk menghantui permainan tersebut.

Truth or Dare dalam film ini berubah mencekam ketika salah satu pemain yang terlibat harus mengatakan kejujuran atau menjalankan tantangan yang diminta, sesuai peraturan biasanya. Namun tantangan justru datang ketika sang pemain tidak berkata jujur atau batal menjalankan tantangan. Setiap pemain yang tidak melakukan kedua hal itu akan mati seketika.

Kekayaan latar belakang dari setiap karakter membuat film ini terasa sangat menarik. Ada konflik hubungan percintaan di dalam grup, permasalahan antara ayah dan anak, serta ada juga persaingan di setiap karakternya.

Salah satu adegan di Truth or Dare

Dari segi cerita, Truth or Dare terlihat sangat menarik untuk disimak. Namun dari segi eksekusi, film ini sangat minim. Muka pemain yang kerasukan setan ketika menyatakan Truth or Dare juga menjadi sebuah pemandangan yang tak sedap dipandang.

Pertumpahan darah dan ketegangan menjadi bumbu utama di film ini. Sayangnya, ekspresi para pemain di dalam film ini kurang maksimal sehingga film pun berjalan lumayan monoton. Ambiance yang dibangun pun kurang maksimal, hanya bermodalkan mengagetkan penonton.

Baca Juga:

Secara keseluruhan, Truth or Dare seharusnya mampu membuat penonton bisa merasakan ketegangan lebih dalam dengan unsur horor dan thriller yang ada di dalamnya. Namun mereka masih percaya dengan formula bahwa ketegangan bisa didatangkan dari adegan-adegan mengagetkan, bukan membangunnya melalui musik dan kesunyian.

Okezone memberikan nilai 5 untuk film ini. Truth or Dare akan mulai tayang di Indonesia pada tanggal 5 Mei mendatang. (lid)

(kem)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini