Bukan Hal Mudah, Tompi Ungkap Prosedur Operasi Kelamin Seharusnya

Miftahul Khoiriyah, Jurnalis · Senin 23 April 2018 17:08 WIB
https: img.okezone.com content 2018 04 23 33 1890414 bukan-hal-mudah-tompi-ungkap-prosedur-operasi-kelamin-seharusnya-02fLlxJ84M.jpg Tompi (Foto: Vania/Okezone)

JAKARTA - Operasi kelamin menjadi topik hangat baru-baru ini terlebih sejak beredarnya kabar bahwa Lucinta Luna adalah sosok transgender meskipun hal tersebut tidak pernah diakui personel Duo Bunga ini. Padahal video yang diduga diambil Lucinta Luna usai melakukan operasi kelamin telah tersebar di sosial media.

Topik tersebut lantas membuat Tompi, salah satu dokter bedah di Indonesia angkat bicara. Ia juga menjelaskan prosedur yang harus dilakukan sebelum operasi kelamin dilakukan.

Dalam sebuah video yang tersebar, Tompi menjelaskan bahwa pasien harus melewati banyak tahapan sebelum akhirnya mendapat persetujuan dokter untuk mengganti kelamin lewat operasi. Selain kesehatan secara jasmani, kejiwaan pasien juga menjadi hal penting untuk diperhatikan dan diperhitungkan.

 Tompi Meriahkan Panggung Java Jazz Festival 2017

(Baca Juga: Malam Final Tiba, Ini Lagu Terakhir Maria dan Abdul di Indonesian Idol)

(Baca Juga: Sindir Penista Agama, Ahmad Dhani Yakin Tak Rendahkan Suku Tertentu)

"Banyak aspek yang harus diperhatikan betul di operasi transeksual ini. Pertama aspek kesiapan pasien. Biasanya pasien yang mau transeksual ini persiapan psikologinya panjang. Biasanya dokter dan pasiennya mulai dari diagnosis dan ngobrolnya berkali-kali untuk meyakinkan bahwa ini betul betul keinginannya dia sendiri. Karena ini operasi yang one go sudah gitu enggak bisa diulang. Penentuannya sudah final," kata Tompi.

Tak heran dokter dari spesialis kejiwaan juga turut berperan penting sebelum persetujuan untuk operasi kelamin diterima sang pasien. Sebab mengganti alat kelamin bukan hal remeh dan tak bisa dilakukan berulang kali.

"Dokter kejiwaan akan melakukan tes penjiwaan. Ada serangkaian pemeriksaan yang dilakukan hingga akhirnya keluar rekomendasi yes oke untuk dilanjutkan dengan operasi transeksual. Kalau di Indonesia belum seluas itu sih," ungkap dokter sekaligus penyanyi asal Aceh ini.

"Itu cuma tes. Intinya hanya untuk membuktikan bahwa dia memang pengen. Kita manusia kan biasanya suka yang excited. Biasanya pengin operasi tapi pas sudah dikerjain besoknya dia 'duh kenapa gue potong kan enggak bisa balik'," sambungnya.

 Tompi Meriahkan Panggung Java Jazz Festival 2017

Sementara itu, tidak semua dokter bedah bersedia melakukan operasi kelamin, termasuk Tompi. Ia hanya pernah terlibat dalam operasi yang cukup berbahaya tersebut beberapa kali sebagai asisten, bukan dokter bedah utamanya.

"Tidak hanya pada kasus ini. Kita mengenal dua hak dan kewajiban. Ada hak pasien dan kewajiban dokter. Pasien berhak memilih dokternya dan dokter berhak unuk menolak sesuai yang diyakininya baik secara pengetahuan maupun keyakinan. Kalau saya pribadi memilih untuk tidak mengerjakan namun saya sendiri pernah terlibat dalam tiga atau dua operasi transeksusual sebagai asisten," tutup ayah satu orang anak ini.

(aln)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini