nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Sutradara Siapkan Tribute Khusus untuk Didi Petet di Film Preman Pensiun

Ady Prawira Riandi, Jurnalis · Jum'at 06 April 2018 18:06 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2018 04 06 206 1883214 sutradara-siapkan-tribute-khusus-untuk-didi-petet-di-film-preman-pensiun-hsKmqY9eaO.jpeg Syukuran Film Preman Pensiun (Foto: Ady/Okezone)

JAKARTA - Sinetron Preman Pensiun menjadi salah satu tayangan yang digandrungi masyarakat pada tahun 2015. Setelah sukses dengan tiga musim, kisah para preman Bandung tersebut akan diangkat ke layar lebar oleh MNC Pictures.

Baca Juga: Produser Preman Pensiun Persembahkan Piala FFB 2015 untuk Didi Petet

Berbicara tentang Preman Pensiun, sosok almarhum Didi Petet tentu tak bisa dipisahkan. Aktor hebat yang meninggal pada 15 Mei 2015 tersebut menjadi salah satu ikon dari serial Preman Pensiun.

Aris Nugraha, sutradara sekaligus penulis skenario film Preman Pensiun, menyebutkan bahwa akan ada sebuah tribute atau penghormatan khusus untuk aktor yang memerankan tokoh Kang Bahar itu. Secara kebetulan jadwal penayangan filmnya nanti akan berbarengan dengan peringatan 1000 hari kematian Didi.

“Ya nanti anak-anak yang diceritakan merantau ke Jakarta akan pulang mengingatkan ke Muslihat (bahwa) sebentar lagi seribu hari beliau. Sesuai kenyataan dengan hitungan pas penayangan,” ujar Aris dalam acara syukuran film Preman Pensiun dan Roman Picisan di Gedung MNC Finance, Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Jumat (6/4/2018).

Meski tidak bisa menghadirkan sosok Kang Bahar secara langsung, Aris akan tetap menggunakan sosoknya di dalam cerita keselurahn film Preman Pensiun.

“Ada sebuah kejadian besar di film tersebut yang membuat Muslihat turun tangan. Walaupun tokohnya gak muncul tapi pengaruh (Didi Petet) ke Preman Pensiun ini masih kuat,” tambahnya.

Baca Juga: Anzanie Bangga Bisa Jadi Anak Didi Petet di Preman Pensiun

Masih dibintangi pemain-pemain lamanya, Preman Pensiun akan kembali menghadirkan cerita tentang para preman yang sudah tidak bekerja di terminal lagi. Kehidupan baru mereka selepas dari preman tak disangka menjadi warna cerita yang begitu dekat dengan masyarakat Indonesia.

(kem)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini