Image

Jenazah Advent Bangun Dimakamkan Besok

Vania Ika Aldida, Jurnalis · Sabtu 10 Februari 2018 12:11 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2018 02 10 33 1857568 jenazah-advent-bangun-dimakamkan-besok-PoBP3d4HIp.jpg Rumah Duka Advent Bangun (Foto: Ady/Okezone)

JAKARTA - Aktor laga Yohanes Advent Bangun, hari ini Sabtu (10/2/2018) menghembuskan napas terakhir di Rumah Sakit Fatmawati, Jakarta Selatan, pada pukul 02.35 WIB. Bintang Si Buta dari Gua Hantu ini diketahui meninggal dunia lantaran sebelumnya mengidap penyakit gagal ginjal, dan komplikasi akibat penyakit diabetes yang menyerangnya.

Rencananya, jenazah pria 65 tahun jni akan dimakamkan pada Minggu 11 Februari 2018. Menurut sang keponakan, Advent akan dimakamkan di TPU Kampung Kandang, Ciganjur, Jakarta Selatan.

"Advent Bangun dimakamin Besok di TPU Kampung Kandang jam 14.00 WIB," kata Harun Tambung keponakan Advent Bangun, yang ditemui di rumah duka kawasan Jagakarsa, Jakarta Selatan.

(Baca Juga: Sebelum Meninggal, Advent Bangun Sempat Sesak Napas)

(Baca Juga: Adakah Batasan dalam Menulis Materi Stand Up Comedy?)

Sebagaimana diketahui, sebelum meninggal dunia Advent Bangun memang sudah terbaring di rumah sakit karena penyakit gagal ginjal yang menyerangnya beberapa tahun belakangan ini. Ia bahkan dikabarkan harus menjalani cuci darah dua kali dalam sepekan saat menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit Fatmawati.

Menurut keterangan dari keluarga, Advent meninggal dunia karena komplikasi berbagai penyakit. Awalnya pemain film Si Buta Lawan Jaka Sembung tersebut mengidap penyakit diabetes sehingga harus dilarikan ke rumah sakit.

“Awalnya karena pendarahan lambung dan buang air besar dengan darah. HB-nya turun. Awalnya karena diabetes, lalu menjalar ke ginjal,” ucap Harun Tambun, salah satu keponakan Advent Bangun di rumah duka Jagakarsa, Jakarta Selatan.

Kesehatan Advent mulai menurun setelah melakukan pencucian darah. Pada pukul 02.35 WIB, pihak rumah sakit pun menyatakan kepada pihak keluarga bahwa Advent Bangun telah tiada.

“Dia sesak napas karena habis cuci darah. Setelah sesak nafas, papa ajak kumpul dan jam segitu kami dipanggil dan dia kritis. Pas dicek papa sudah enggak ada,” tambah Amalia Febe Venita Bangun, sang anak.

(aln)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini