JAKARTA - Musisi Ardhito Pramono mengaku label tempatnya bekerja sekarang mendukung gaya musiknya yang sudah ada, dan berjanji warna lagunya tidak akan berubah demi keperluan label. Justru, kehadiran label major dalam karyanya dinilai memperkuat keinginannya mencapai suara musik yang ia inginkan.
Ada tiga poin penting untuk mencapai tujuannya itu. Ketiga hal itu adalah selera atau idealisme musiknya sendiri, suara yang tengah digemari masyarakat, dan jangkauan musiknya untuk mencapai pasar.
"Gue yakin, misalnya ngejejelin orang lagu jazz nih, enggak ada yang mau. Tapi kalau gue bisa cari celahnya, di mana gue bisa taruh idealis gue dan gue combine sama idealisnya masyarakat, dan melalui label, bisa lebih meaningful dong. Jadi sebenernya gue pengen ngarahin ke sana, being able to be part of the big label di Indonesia," paparan Dhito, sapaan akrabnya di Gedung iNews, Kebon Sirih, Jakarta Pusat.
(Baca Juga: Edric Tjandra Doakan Luna Maya Cepat Menikah)
(Baca Juga: Ririn Ekawati Betah Menjanda demi Turuti Keinginan Anak)
"Banyak sih yang bilang di YouTube atau sosial media lain 'Duh Dhito udah masuk major label, udah ga ngejazz lagi'. Tapi jujur, single gue yang akan keluar nanti itu jazz banget. Kayaknya sekarang musisi enggak ada bedanya. Mau indie, mau major, enggak ada bedanya. Kalau misalnya (label) enggak welcome (musik khas), gue enggak bakal masuk label," lanjutnya.
Jazz jadi benang merah bagi seluruh karya Dhito yang kini sudah dirilis. Pencipta soundtrack film Susah Sinyal itu mengaku, jazz adalah genre yang paling nyaman ia bawakan. Ia sempat mencoba genre-genre lain seperti pop, blues, dan rock, namun tidak ada rencananya yang lebih sukses dari jazz.
Perbedaan bekerja secara indie dan dengan label major pun langsung terasa oleh Dhito. Ia sendiri lebih senang ada di label majornya kini, Sony Music, karena jadwal perilisan lagu dan pekerjaannya jadi jauh lebih tertata. Meski begitu, ia pun mengaku bergabung dengan label belum memengaruhi keuangannya sama sekali.
"Sebenernya ada plus minusnya sih. Duit kan masalah personal banget, tapi alhamdulillah label share-nya bagus ke gue. Jadi enggak ada bedanya lah (dari awal)," tutup Dhito.
(aln)