nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Movie Review: Padmavaat, Pertumpahan Darah demi Ratu Cantik

Rima Wahyuningrum, Jurnalis · Minggu 28 Januari 2018 11:01 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2018 01 27 206 1851163 movie-review-padmavaat-pertumpahan-darah-demi-ratu-cantik-e9qOR3jxkG.jpg Film Padmavaat (Foto: HindustanTimes)

JAKARTA - Setelah berbagai kontroversi penayangan film yang diangkat dari sejarah berjudul Padmavaat akhirnya sudah bisa disaksikan di Indonesia mulai 25 Januari 2018. Sebelumnya, film garapan sutradara Sanjay Leela Bhansani tersebut mendapatkan protes besar-besaran karena tidak sejalan dengan cerita sejarah.

Hingga akhirnya penayangan diizinkan setelah terjadi pengeditan adegan agar tidak menyinggung pihak-pihak tertentu. Selain itu, judul film yang semula Padmavati tersebut berubah menjadi Padmavaat.

Film ini berkisah dengan keserakahan tokoh Sultan Alauddin Khilji yang rela melakukan apapun demi keinginan tercapai. Ia ditantang untuk mencari burung unta oleh pamannya, Raja Jalaludin Khilji untuk bisa menikahi putrinya yaitu Mehrunisa.

(Baca Juga: Sambangi Rumah Tessa Kaunang, Sandy Tumiwa Ingin Rebut Hak Asuh Anak)

(Baca Juga: Polisi Sebut Tak Ada Penggerebekan di Rumah Tessa Kaunang)

Pada sisi lain, raja dari Rajput kerajaan Mewar yaitu sultan muslim bernama Ratan Sigh tengah mengembara ke Singala untuk mencari mutiara langka permintaan istrinya. Dalam pencariannya ia diserang panah dari Padmavaat yang sedang berburu rusa. Kejadian tersebut membuatnya jatuh cinta pada pandangan pertama dan meminang Padmavaat sebagai istri kedua.

Namun, rumah tangga dan kerajaan Mewar mendadak mendapat serangan dari Khilji. Alauddin mendapat kabar bahwa ada seorang wanita cantik bernama Padmaavt yang menjadi ratu dari Rajput.

Kabar tersebut membuat rasa serakahnya timbul menginginkan wanita asal Singala itu menjadi istri kedua. Ratan yang mendengar niatan Alauddin dengan tenang mengoordinasikan pertahanan kerajaan agar Padmavaat selamat.

Alauddin melakukan segala cara demi membuktikan kecantikan Padmavaat bahkan rela menurunkan segerombol pasukan berkuda untuk menghampiri kerajaan Mewar. Ia dan Sultan Ratan saling membuat perjanjian seperti hadir tanpa senjata juga pengawalan untuk bisa mempertemukan dengan Padmavaat.

Seluruh keluarga, dayang dan pasukan dibuat cemas dengan keputusan Padmavaat memperbolehkan raja lain melihat kecantikannya. Ratan pun menyiasati pertemuan tersebut sesuai syarat yang mereka sepakati. Namun, tidak dengan Alauddin yang justru memenjarakan Ratan dan menyerang kerajaan Mewar dalam perang darah.

Padmavaat kental dengan budaya India era abad ke-13 dengan latar agama Islam dan Hindu. Okezone menilai bahwa Padmavaat dengan angka 7 untuk ukuran film sejarah India.

Kekhawatiran demonstran sebelumnya dengan pertemuan Padmavaat dengan Alauddin serta alur cerita sejarah dikemas baik pada hasil akhir setelah adanya pengeditan adegan. Kisah sosok serakah, bijaksana dan feminisme yang digambarkan cukup menguras emosi penonton.

Film Padmavaat berdurasi 2 jam 44 menit dengan dibintangi aktor dan aktris kenamaan. Di antaranya yaitu Deepika Padukone (Padmavaat), Shahid Kapoor (Ratan Sigh) dan Raveen Sigh (Alauddin Khilji).

(aln)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini