MOVIE REVIEW: Darkest Hour, Sepenggal Kisah Kelam Pemerintahan Inggris di Bawah Winston Churcill

Ady Prawira Riandi, Jurnalis · Kamis 18 Januari 2018 21:34 WIB
https: img.okezone.com content 2018 01 18 206 1847153 movie-review-darkest-hour-sepenggal-kisah-kelam-pemerintahan-inggris-di-bawah-winston-churcill-cerCgrQA6r.jpg Darkest Hour (Foto: IST)

JAKARTA – Perang Dunia II merupakan sebuah sejarah yang tak akan pernah bisa dilupakan oleh rakyat Britania Raya. Jerman di bawah kepemimpinan Adolf Hitler berhasil menguasai sebagian besar Benua Eropa, termasuk Inggris dan sekutunya Prancis.

Di tengah peperangan yang terus menyudutkan, Inggris pun akhirnya melakukan pergantian Perdana Menteri. Neville Chamberlain (Ronald Pickup) terpaksa harus diganti karena masyarakat dan anggota legislatif sudah tidak percaya lagi melihat situasi perang yang semakin menekan Inggris.

Nama Winston Churchill (Gary Oldman) akhirnya muncul sebagai pengganti Neville. Tokoh misterius tua nan eksentrik yang memiliki pemikiran beda dan cenderung keras kepala. Winston pun sejatinya merupakan bukan pilihan utama sebagai PM karena track record-nya tidak begitu bagus dalam sejarah Inggris.

Darkest Hour adalah sebuah potret nyata dari kisah kelam pemerintahan Inggris pada masa kepemimpinan Winston Churcill di awal Perang Dunia II. Namun keputusan-keputusan ‘aneh’ yang dibuat oleh Winston, justru melambungkan namanya menjadi salah satu legenda Inggris.

Ada dua kasus besar yang harus ditangani oleh Winston yang ditayangkan di dalam film ini. Pertama adalah keputusan untuk menyelematkan pasukan Inggris yang berada di Dunkirk karena pasukan Jerman sudah mengepung pesisir laut Inggris. Hal kedua adalah perjanjian damai dengan Jerman dengan bantuan mediasi dari Benito Mussolini/Italia.

Darkest Hour merupakan film sejarah-biografi yang sangat asyik untuk ditonton. Tak hanya memberikan banyak informasi tentang sejarah seorang Winston Churcill dan pemerintahan Inggris saat itu, film ini pun digarap dengan sangat menarik oleh Joe Wright. Tak melulu serius dengan drama yang ada, Joe sangat lihai menempatkan komedi di beberapa adegan-adegan pentingnya.

Pujian khusus tentu harus diberikan kepada Gary Oldman yang berperan sebagai Winston Churcill. Aktingnya sangat lugas dan terlihat begitu natural. Gerak-gerik Gary sebagai Winston wajib diacungi jempol. Tak heran jika Gary akhirnya diganjar sebuah penghargaan Aktor Terbaik dalam Golden Globe Awards 2018 berkat film Darkest Hour ini.

Di samping itu, makeup yang diterapkan kepada Gary terlihat sangat luar biasa. Sepanjang film, penonton tidak diberikan kesempatan sama sekali untuk melihat Gary Oldman. Semua yang tersaji di layar adalah Winston Churcill.

"Di balik pria sukses selalu ada wanita yang hebat". Pepatah tersebut juga digambarkan sempurna oleh Joe dalam film ini. Winston Churcill memang sukses di panggung politik, namun ia tidak akan mencapai titik karier itu tanpa dukungan dari sang istri Clementine Churchill (Kristin Scott Thomas). Bagaimana sosok Winston sebagai seorang suami, sebagai seorang ayah, juga ditampilkan dengan porsi yang cukup dan tidak berlebihan. Ada juga sosok Elizabeth Layton (Lily James) yang sangat sabar saat bekerja sebagai seorang sekretaris atau juru ketik Winston.

Darkest Hour tentunya bukan sebuah film tanpa cacat. Film ini rasanya terlalu banyak menampilkan kebiasaan buruk seorang Winston yang tak bisa lepas dari cerutu dan whiskey. Penggambaran Winston yang doyan merokok dan minum bisa dibilang wajar sebagai contoh seorang pemikir keras. Namun, adegan-adegan merokok dan minum, yang memang akurat pada era tersebut, terasa terlalu banyak untuk ditampilkan karena sebagai film untuk usia 13+, hal ini tentunya bisa menimbulkan dampak yang kurang baik.

Secara keseluruhan, Darkest Hour merupakan salah satu film wajib tonton di tahun 2018. Film ini merupakan film terbaik yang dibintangi oleh Gary Oldman selama kariernya di dunia layar lebar.

Darkest Hour akan tayang mulai tanggal 19 Januari 2018. Bagi kalian para penikmat film-film sejarah, jangan lupa saksikan kisah perjalanan Winston Chrucill dalam masa-masa awal pemerintahannya di Inggris.

(SIS)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini