Guruh Soekarnoputra Prihatin Lihat Karya Seni Indonesia yang Sok Kebarat-baratan

Ady Prawira Riandi, Jurnalis · Sabtu 13 Januari 2018 20:27 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2018 01 13 33 1844579 guruh-soekarnoputra-prihatin-lihat-karya-seni-indonesia-yang-sok-kebarat-baratan-KOZhRfd9Ej.jpg Guruh Soekarnoputra (Foto: Ady/Okezone)

JAKARTA - Guruh Soekarnoputra sangat prihatin dengan semakin menurunnya tingkat loyalitas masyarakat dalam menggunakan bahasa Indonesia. Sebagai bangsa Indonesia, Guruh menolak tegas penggunaan bahasa asing yang marak terjadi di Tanah Air.

Anak bungsu dari Ir Soekarno dan Fatmawati ini melihat ada begitu banyak judul karya-karya anak bangsa yang justru dipakaikan bahasa Inggris. Dirinya sangat berharap agar bangsa Indonesia kembali menjunjung tinggi kebudayaan Indonesia dengan bangga menggunakan bahasa Indonesia.

“Saya malah prihatin judul-judul film, judul-judul lagu pakai bahasa Inggris, buat apa? Malah saya merasa bangsa ini bangsa yang rendah padahal kita adalah bangsa yang berkebudayaan tinggi,” tutur Guruh dalam acara ulang tahunnya yang ke-65 di kediamannya di kawasan Jakarta Selatan, Sabtu (13/1/2018).

(Baca Juga: James Franco Absen Critics' Choice Awards karena Kesal Atas Tudingan Pelecehan Seksual)

(Baca Juga: Zaskia Gotik, Dewi Persik, hingga Ayu Ting Ting Bersatu dalam Trologi Film Horor)

Kendati begitu, adik dari Megawati Soekarnoputri ini sedikit bersyukur melihat industri musik Tanah Air yang semakin maju. Namun, ia ingin kebudayaan Indonesia bisa dikonsumsi lebih masif layaknya kebudayaan Korea Selatan yang kita kenal sebagai K-Pop.

“Cuma yang kita belum berhasil kan kapan ya kita bisa lebih mendunia? Contohnya Korea Selatan, K-Pop. Kalau saya pribadi enggak merasa kita kalah sama Korea karena Korea Selatan sendiri sangat terasa Amerika, bukan kebudayaan Koreanya yang dimajukan,” lanjutnya.

Dalam acara ulang tahunnya ini, Guruh menyampaikan sebuah gerakan untuk mengajak masyarakat Indonesia menghidupkan kembali, membenahi dan melestarikan bahasa Indonesia, busana Indonesia, dan boga Indonesia.

(aln)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini