Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Rasakan Bahaya Narkoba, Ammar Zoni Ingin Menulis Buku

Miftahul Khoiriyah , Jurnalis-Sabtu, 16 Desember 2017 |21:01 WIB
Rasakan Bahaya Narkoba, Ammar Zoni Ingin Menulis Buku
Ammar Zoni (Foto: Instagram)
A
A
A

JAKARTA - Penyalahgunaan narkoba membuat Ammar Zoni merasakan pahitnya kehidupan di balik jeruji besi dan panti rehabilitasi. Selama berada disana, ia pun merenungkan segala tingkah laku buruknya yang telah dilakukan.

- Baca Juga: Sudah Jalani Setengah Masa Rehab, Ammar Zoni Diperbolehkan Bekerja

Ammar Zoni juga banyak membaca dan menulis jurnal selain merenungkan segala kesalahannya. Ia pun berniat untuk menceritakan pengalaman hidup tak mengenakkan tersebut dalam bentuk buku.

"Disana saya banyak sekali waktu untuk merenung seperti kesalahan-kesalahan saya, dan saya lebih banyak membaca di sana. Dan di sana itu diwajibkan menulis jurnal. Saya setiap hari menulis jurnal tentang hidup saya. Banyak kebaikan yang saya dapatkan," ungkap Ammar Zoni di kawasan Gatot Subroto, Jakarta Selatan.

"Saya sih rencananya ingin sekali membuat buku. Tujuannya bukan yang wow saya di sini. Tapi saya ingin sharing kepada anak-anak muda. Saya ingin mereka tahu bahayanya adiksi itu benar-benar parah berdampaknya itu sekali kita kenal, suggest itu selalu ada. Saya enggak memungkiri suggest itu di diri saya," imbuh Ammar Zoni.

Ammar Zoni ditangkap tangan tengah mengkonsumsi narkoba pada 7 Juli di kawasan Depok, Jawa Barat. Setelah melalui berbagai sidang, hakim memutuskan remaja berusia 24 tahun tersebut menjalani rehabilitasi selama satu tahun penuh.

Lima bulan telah melalui masa rehab, kini Ammar berhak untuk melakukan rehabilitasi jalan dan wajib lapor. Ammar pun menceritakan sekilas kehidupannya di tahanan. Ia mengucapkan syukur karena masih diberi kesempatan Tuhan untuk selamat dan kembali berkarier di industri hiburan Tanah Air.

"Banyak teman-teman saya di sana yang sudah tidak bisa membedakan lagi mana yang realita mana yang halusinasi. Bahkan dia sampai bisa ngmg sama tembok. Banyak yang lebih parah. Dan perlakuannya beda. Nah ini harus di sharing nih. Harus memberitahukan ke teman-teman bahwa pilihannya itu kalau enggak lo gila, ya lo mati gitu. Sia-sia gitu," cerita Ammar Zoni.

- Baca Juga: Jalan-Jalan ke Mall Bareng Cewek, Ammar Zoni: Saya Sudah Legal

"Karena itulah bahayanya drugs. Mau dari golongan 1 sampai golongan 3 itu sama saja. Dan berakibatnya itu psikis kita mulai berubah. Dulu muka saya enggak cerah, dulu muka saya lesu menurut saya, saya keren aja. Mood swing, tingkah laku saya berubah. Itu adalah efek dari adiksi itu. Dan pada akhirnya ya kematian terakhirnya. Itu yang amit-amit. Mendong kalau matinya cepat. Kalau matinya lama itu bisa gila," tutup pemain sinetron 7 Manusia Harimau tersebut.

(edh)

Celebrity Okezone menghadirkan berita terbaru, eksklusif, dan terpercaya seputar artis dalam dan luar negeri

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita celebrity lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement