nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

OKEZONE WEEK END: Rayakan Hari Sumpah Pemuda, Pandji Pragiwaksono Ingin Adanya Perubahan Sistem Pendidikan

Ady Prawira Riandi, Jurnalis · Sabtu 28 Oktober 2017 15:00 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2017 10 27 33 1803807 okezone-week-end-rayakan-hari-sumpah-pemuda-padji-pragiwaksono-ingin-adanya-perubahan-sistem-pendidikan-hh00cwjyp8.jpg Foto: Pandji Pragiwaksono saat berkunjung ke Okezone

JAKARTA – Pandji Pragiwaksono masih menitikberatkan buruknya sistem pendidikan di Indonesia membuat anak-anak mudanya kurang berkembang. Komika yang sudah melakukan dua kali tur dunia ini berharap adanya perubahan sistem pendidikan agar generasi penerus bangsa tumbuh lebih baik.

“Pendidikan Indonesia harus terbiasa mengajarkan anak untuk mengisi kertas kosong ketimbang mengisi titik-titik, paham bedanya kan? Kalau ngisi titik-titik itu artinya ada pertanyaan, jawabannya apa. Itu berarti hafalan, mengulang dari apa yang sudah dikasih tahu. Mengisi kertas kosong itu enggak segampang itu,” ucap Pandji.

Baca Juga:  Paduan Budaya, Cerita Rama dan Shinta Disajikan dalam Balutan Tari Baliet

Analogi yang diberikan oleh Pandji tentunya sangat bergantung pada kreativitas seseorang. Anak-anak Indonesia yang kreatif sejak dini dipastikan akan memberikan sesuatu yang lebih kepada bangsanya di masa depan.

“Pendidikan-pendidikan sekarang itu banyak yang sifatnya problem solving, kalau dulu memang monoton. Kalau sekarang sudah mulai critical thinking, itu sih yang harus diajarkan kepada anak-anak, yaitu mencoba berkarya ketimbang menghafal sesuatu,” lanjutnya.

Lalu apa cara yang harus dilakukan agar anak-anak muda bisa memulai berkarya? Pandji menegaskan bahwa memulai adalah salah satu kunci utama dari berkarya. Jika seseorang tidak mau memulai maka karya yang ada di dalam pikirannya tidak akan pernah menjadi kenyataan.

Baca Juga: Movie Review: Flatliners, Menguak Misteri Alam Kematian

“Kebanyakan anak muda di Indonesia itu bercita-cita, tapi enggak ada yang berani untuk mulai, mereka takut jelek. Padahal kalau berkarya pertama kali jangan takut jelek, karena sudah pasti jelek. Enggak ada orang bikin karya pertama kalinya langsung bagus, enggak ada. Kuncinya itu mulai dulu aja, terus bikin yang lebih baik sampai akhirnya bagus. Kalau kita enggak memulai dari yang jelek itu, enggak akan dapat yang bagus. Ketakutan itu yang harus dilawan anak muda Indonesia,” tandas Pandji. (edh)

(kem)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini