Keren! Peduli Satwa Liar di Afrika, Angelina Jolie Selamatkan 3 Anak Cheetah

Ady Prawira Riandi, Jurnalis · Kamis 12 Oktober 2017 02:18 WIB
https: img.okezone.com content 2017 10 11 33 1793650 keren-peduli-satwa-liar-di-afrika-angelina-jolie-selamatkan-3-anak-cheetah-B49jlIBeaM.jpg Angelina Jolie (Foto: TravelNewsNamibia)

LOS ANGELES – Angelina Jolie kembali menunjukkan kepeduliannya terhadap lingkungan. Baru-baru ini Jolie membalas surat terbuka dari salah satu negara di Afrika, Namibia. Ia menuliskan keinginannya agar setiap orang memiliki tanggung dalam menjaga lingkungan serta satwa liar.

“Bagiku, Namibia bukan hanya mewakili ikatan keluarga dan persahabatan tapi juga upaya untuk menjaga keseimbangan antara manusia dan lingkungan yang sangat penting untuk masa depan kita,” tulis Jolie seperti dilansir People, Rabu (11/10/2017).

Dalam suratnya itu, ia menekankan pesan bahwa satwa liar harus tetap hidup di alam liar. Mantan istri Brad Pitt itu juga membagikan foto di mana dirinya menyelamatkan 3 ekor anak cheetah yatim piatu yang dibesarkannya sejak tahun 2015.

Baca juga: Hijrah, Egi John Putuskan Pensiun dari Dunia Akting karena Banyak Mudarat

Foto tersebut diambil di tempat perlindungan satwa liar di Namibia bernama N/a’an ku se Wildlife Sanctuary. Tempat tersebut dikelola oleh dua orang teman Jolie, yakni Marlice dan Rudie van Vuuren.

Yayasan ini memang memiliki hubungan spesial dengan keluarga Jolie. Pada tahun 2010, empat tahun setelah Shiloh lahir di Namibia, mereka menciptakan Yayasan Shiloh Jolie-Pitt Foundation untuk membantu N/a’an ku se Wildlife Sanctuary untuk turut membantu tempat perlindungan satwa tersebut tetap hidup.

Yayasan tersebut juga menamai salah satu anak cheetah dengan nama Shiloh. Sementara dua anak cheetah lainnya diberi nama Wonder dan Odyssey. Dengan memiliki ikatan batin tersendiri dengan Afrika, Angelina Jolie semakin tertarik untuk melindungi lingkungan dan kehidupan satwa liar di sana.

Baca juga: Siap-Siap, Mariah Carey Bakal Gelar Konser di Australia Tahun Depan

“Fesyen dulunya menjadi satu faktor utama yang mendorong tuntutan akan pakaian, perhiasan, atau benda yang terbuat dari bagian tubuh satwa liar. Namun majalah-majalah sekarang bisa mengirim pesan berbeda: satwa liar harus hidup di alam liar, dan gading tidak indah sama sekali kecuali menempel pada hewan yang hidup,” pungkasnya.

(FHM)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini