MOVIE REVIEW: Battleship Island, Tumpah Darah Rakyat Korea dari Kejamnya Jepang

Rima Wahyuningrum, Jurnalis · Rabu 16 Agustus 2017 15:01 WIB
https: img.okezone.com content 2017 08 16 206 1757088 movie-review-battleship-island-tumpah-darah-rakyat-korea-dari-kejamnya-jepang-yx4d7DtUZg.jpg Poster film Batteship Island (Foto: Soompi)

JAKARTA - Battleship Island menjadi yang dinanti-nantikan oleh penikmat film Korea. Tak hanya menyajikan sederet aktor kenamaan tapi juga jalan cerita yang mengusung perjuangan rakyat dari jajahan negara Jepang pada era 1940an.

(Baca Juga: Monopoli Bioskop dan Jalan Cerita Bikin Battleship Island Dikritik)

Film garapan sutradara Ryoo Seung Wan tersebut memulai cerita lewat penampilan band yang dipimpin oleh Lee Gang Ok (Hwang Jung Min) dan putrinya Lee Soo Hee (Kim Su An). Ia ingin menyelamatkan putrinya dari masa perang ke negara Jepang.

Bersama anggota band dan sekitar 400 orang rakyat Korea lainnya, mereka berlayar dengan tujuan Jepang dengan kapal berfasilitas buruk. Namun, bukan keindahan tradisi Jepang yang mereka nikmati melainkan kapal mendarat di sebuah pulau bernama Hashima Island, tempat buruh pertambangan bekerja dan mencari nafkah dengan tekanan.

(Baca Juga: Song Joong Ki Beberkan Alasan Bintangi Battleship Island)

Syok langsung mereka rasakan saat mengetahui golongan pria, wanita dan anak-anak dipisah, serta yang mengejutkan adalah saat rombongan wanita ternyata dijadikan wanita penghibur bagi para orang-orang Jepang tanpa mengenal usia, termasuk Lee Soo Hee yang berusia belasan tahun.

Lee Gang Ok mengajak anggota band menghibur petinggi Jepang dengan kemampuan bermusiknya demi menyelamatkan putrinya. Sementara di dalam, Lee Soo Hee yang ketakutan mendapat perlindungan dari Oh Mal Nyeon (Lee Jung Hyun), seorang wanita tangguh.

(Baca Juga: Tak Butuh Waktu Lama, Sehari Dirilis Battleship Island Langsung Pecahkan Rekor Film Korea)

Berbagai cara dilakukan agar bisa keluar dari Hashima Island. Para pria dipekerjakan di pertambangan dengan kejam, seperti menewaskan pekerja akibat ledakan, luka-luka hingga kepincangan. Hal itu mereka lakukan dengan pengawasan Jepang yang hanya memberikan fasilitas hidup tak layak kepada mereka seperti kamar tidur berlubang dan bocor hingga makanan kotor dengan iming-iming gaji.

Percek-cokkan kerap terjadi diantara mereka karena tidak terima dengan perlakukan Jepang. Banyak yang ingin kabur seperti preman jalanan dari Gyeongseong Choi Chil Sung (So Ji Sub) yang membuat onar menantang petinggi Jepang.

Hingga suatu hari datang rombongan rakyat Korea lainnya, termasuk prajurit Park Moo Young (Song Joong Ki) yang diutus untuk membantu rakyat yang terperangkap di Hashima Island untuk kabur. Kehadirannya, sempat tak dipercaya oleh sejumlah orang dan menuduhnya sebagai kaki tangan Jepang.

Hingga akhirnya mereka semua bersatu dan sepakat untuk kabur menggunakan kapal yang berlabuh di dekat Hashima Island. Tak mudah untuk pergi dari pulau pertambangan tersebut, Lee Gang Ok dan Par Moo Young yang bertugas menggiring rakyat masuk ke kapal mengalami berbagai rintantangan. Terjadilah pertumpahan darah, tak sedikit dari rombongan mati tertembak dan terkena ledakan granat. Sementara, Choi Chil Sung dan Oh Mal Nyeon menjaga pertahanan belakang.

(Baca Juga: Song Joong Ki Malu Tak Tahu Sejarah Battleship Island)

Ketegangan memanas pada momen peperangan yang menewaskan tokoh-tokoh penting. Para penonton Battleship Island akan dipuaskan lewat suasana Hashima Island yang sengaja dirancang khusus dengan detal dan suasana nyata era 1940an oleh tim produksi.

Sayangnya, dalam pantauan Okezone penokohan tiap karakter penting tidak kuat dan membuat beberapa adegan kurang mengocok emosi penonton, terlepas dari nama besar para aktor yang sudah meraih sejumlah penghargaan. Pada akhir cerita, para penonton akan dikejutkan dengan sosok 'pahlawan' dalam jalan cerita dan terselip kisah sejarah yang masuk dalam Perang Dunia di Jepang.

Battleship Island telah tayang di Korea dan akan tayang di 113 negara seperti Perancis, Italia, Rusia, Turki, Malaysia, Taiwan, Jepang, Hong Kong, Singapura, Thailand dan Indonesia, serta European Film Market dan Cannes Film Festival, Sementara itu, untuk di Indonesia sendiri mulai tayang pada 16 Agustus 2017.

(edi)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini