Image

Jelang HUT RI, Lukisan 7 Presiden dan 72 Pahlawan Nasional Dipamerkan

Alan Pamungkas, Jurnalis · Minggu 13 Agustus 2017, 02:18 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2017 08 13 206 1755261 jelang-hut-ri-lukisan-7-presiden-dan-72-pahlawan-nasional-dipamerkan-hqMt6wYrVL.jpg Lukisan 7 Presiden (Foto: Okezone)

JAKARTA - Banyak cara yang dilakukan saat merayakan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia. Pelukis Sohieb Toyaroja memamerkan lukisan beraliran realis-ekpresif jelang HUT ke-72 RI.

(Baca Juga: Buka Pameran Lukisan Koleksi Istana Kepresidenan, JK: Ini Harta-Harta yang Tidak Ternilai)

(Baca Juga: Konser Berjalan Lancar, Elly Kasim Kini Semangati Generasi Muda Minang)

Tak hanya satu atau dua, sebanyak 72 lukisan pahlawan nasional dan tujuh presiden dalam satu lukisan dipamerkan di Epicentrum Walk pada 12-17 Agustus 2017. Sohieb pun bercerita bagaimana ia membuat lukisan itu untuk merayakan hari yang penting untuk bangsa dan negara.

"Seluruh lukisan ini saya buat tahun lalu. Total pengerjaannya mungkin bisa sampai enam bulan. Kalau ditanya paling rumit, semua mempunyai tingkat kerumitan masing-masing. Ketika saya tak mengenal tokohnya saya mendalami lewat baca sejarah mereka," jelas Sohieb saat berbincang dengan Okezone.

(Baca Juga: Upaya Jajang C Noer Dkk Pertahankan Budaya Batak)

(Baca Juga: Gara-Gara Seorang Cucu, Teater Koma Garap Lakon Tanpa Musik)

Bekerjasama dengan Universitas Muhammadiyah Prof DR HAMKA (Uhamka) dan Rajata Kreatif Nusantara, cerita lukisan itu dikemas dalam bukur berjudul Perjuangan Menjadi Indonesia Bukan Darah Sia-Sia karangan Roso Daras.

Tokoh-tokoh yang dilukis antara lain, aksamana Malahayati, Sultan Hasanuddin, Sultan Ageng Tirtayasa, Pattimura, HOS Tjokroaminoto, dr Wahidin Sudirohusodo, dr Ciptomangunkusumo, KH Ahmad Dahlan, M Husni Thamrin, Ki Hajar Dewantara, Bung Tomo, Soedirman, Tan Malaka, Haji Agus Salim, M Yasin, KH Ahmad Dahlan, KH Hasyim Asyari dan lainnya.

Merwan Yusuf selaku pengamat senirupa dan kurator alumi Ecole Nationale Superieur des Beaux Arts Paris, menjelaskan "Hanya ada dua pelukis yang seperti ini, yaitu Affandi dan Sohieb. Namun baru kali ini saya menyaksikannya gagasan dan penyajian pameran lukisan yang seperti ini. Luar biasa."

Sementara itu Lily Wahid yang merupakan cucu dari KH Hasyim Asyari menjelaskan jika lukisan ini bisa mengenalkan pada anak muda tentang tokoh yang membangun bangsa.

"Sejarah kebangsaan kita tidak boleh terputus. Bahwa dengan ini menunjukkan komitmen dan tekad menjaga keberlanjutan perjalanan berbangsa dan bernegara," jelasnya.

(aln)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini