Image

Movie Review: The Emoji Movie, Petualangan Para Emoticon di Dunia Maya

Ady Prawira Riandi, Jurnalis · Jum'at 11 Agustus 2017, 06:40 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2017 08 11 206 1753788 movie-review-the-emoji-movie-petualangan-para-emoticon-di-dunia-maya-OETVJpkX0U.jpg The Emoji Movie (Foto: Ist)

JAKARTA The Emoji Movie akhirnya resmi masuk ke bioskop Indonesia. Predikat kurang mentereng dibawa oleh film arahan sutradara Tony Leondis ini karena banyak mendapat kritikan terkait kualitasnya yang buruk.

(Baca Juga: Rilis Trailer, Film The Emoji Bercerita Tentang Emoji di Dunia Smartphone)

(Baca Juga: Unggul Tipis dari The Emoji Movie, Film Dunkirk Masih Puncaki Box Office)

The Emoji Movie secara garis besarnya adalah kisah tentang pencarian jati diri Gene (T.J. Miller) yang merupakan emoticon tidak tertarik atau dikenal dengan sebutan lain sebagai ‘Meh”. Gene dikisahkan tak hanya bisa menampilkan ekspresi Meh, ia juga bisa meniru ekspresi dari emoticon-emoticon lainnya.

Alex (Jake T. Austin) atau si pemilik HP, merasa kesal karena saat ia ingin menggunakan emoticon Meh namun Gene merusaknya dengan mengeluarkan ekspresi lain. Kejadian tersebut pun membawa kekacauan di dalam dunia emoji atau emoticon. Semua merasa panik ketika Alex hendak menghapus semua aplikasi yang ada di dalamnya atau dengan kata lain kehidupan mereka sebagai emoji akan selesai sampai di sana.

Dalam pencarian jati dirinya ini, Gene harus bisa masuk ke firewall untuk diatur ulang kegunaannya agar tidak disebut malfunction lagi. Gene akhirnya bertemu dengan Jailbreak (Anna Faris) dan Hi-5 (James Corden) saat berpetualangan di dunia maya melewati aplikasi-aplikasi seperti Dropbox, Youtube, Facebook, Instagram, atau bahkan permainan seluruh umat, Candy Crush.

Ada banyak kekurangan yang membuat The Emoji Movie. Sebagai film animasi, Emoji seakan tidak tahu pasar mana yang ingin mereka sambangi, apakah anak-anak, remaja, atau sebuah film keluarga. Jika memang mereka ingin mengincar pasar anak-anak, hanya sedikit value yang bisa diambil dari film ini. Secara kualitas hiburan pun, film ini tidak terlalu menghibur baik dari segi cerita maupun komedi yang ditawarkan.

Inti ceritanya sendiri terkesan seperti Inside Out, yang menceritakan semua perasaan yang ada di dalam diri seorang manusia keluar berkelana dan mencari sesuatu. Kurang lebih, ceritanya berputar seperti demikian dan Inside Out dinilai sukses sebagai film animasi anak karena menanamkan banyak nilai berharga yang bisa dipetik oleh anak-anak setelah menontonnya.

Film ini seharusnya bisa dikembangkan menjadi sebuah film yang lebih baik dengan kekayaan karakter emoji yang dimiliki dan cerita yang lebih menarik agar penonton bisa terhibur saat menontonnya.

(aln)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini