nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Dewi Sandra Santai Hadapi Nyinyiran karena Bisnis Kue

Rima Wahyuningrum, Jurnalis · Sabtu 05 Agustus 2017 05:04 WIB
https: img.okeinfo.net content 2017 08 05 33 1750283 dewi-sandra-santai-hadapi-nyinyiran-karena-bisnis-kue-eebaj0TLZX.jpg Dewi Sandra (Foto: Rima/Okezone)

JAKARTA - Sejumlah selebriti Indonesia saat ini sedang ramai-ramai ikut membuka bisnis di bidang kue. Sebut saja Teuku Wisnu, Dude Herlino, Zaskia Sungkar, Nagita Slavina, Zaskia Gotik hingga Syahrini yang ikut dalam perjalanan tren kue artis.

(Baca Juga: Dianggap Permainkan Niqab, Dewi Sandra Akhirnya Minta Maaf)

Hal itu membuat aktris Dewi Sandra 'latah' dan ikut masuk jajaran artis yang berbisnis kue. Selain terinspirasi dari kesuksesan rekan-rekan artis, ia juga berkeinginan untuk menambah wawasan di dunia bisnis dan ikut mengangkat potensi kuliner daerah.

"Kan temen-teman banyak yang buka bisnis kue, dan kupikir gila ini keren banget, menarik, memang di industri entertainment, tapi kalau punya bisnis kan bisa belajar dan punya wawasan. Saya dan partner saya niat untuk bisnis kecil-kecilan untuk ngangkat daerah juga," ujar Dewi di kawasan Otista Raya, Jakarta Timur pada Jumat 4 Agustus 2017.

(Baca Juga: Tuntutan Peran, Dewi Sandra Jalani Diet dan Sering Menyendiri)

Dewi mengangkat kue khas asal Semarang yaitu Wingko. Alasannya memilih Kota Lumpia tersebut lantaran kerap bolak-balik ke sana dan pekerjaan sang suami Agus Rahman.

(Baca Juga: Dewi Sandra Nikmati Sepinya Jalan Ibu Kota)

Untuk memantau perkembangan bisnis kuenya, wanita berhijab tersebut mengatakan telah memiliki tim yang asik dan pekerja keras. Ia pun mendapat laporan harian untuk perkembangannya setiap saat.

Mengingat ramainya kue yang diluncurkan oleh selebriti Indonesia, Dewi mengatakan dengan tegas tak takut untuk dinilai latah. Ia mengaku bangga karena bisa membantu industri dan mengangkat makanan khas daerah.

(Baca Juga: Jelang Lebaran, Dewi Sandra: Baju Itu, Not The Biggest Priority)

"Enggak masalah (dapat komentar miring). Semarang is in Indonesia and i'm Indonesian. Kalau misalnya ada yang mau nyinyir pun, mungkin sudah sekian tahun di industri ini, ya itu sudah jadi makanan sehari-hari juga," tutupnya.

(edi)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini