Jeremy Thomas: Istri Saya Terpukul Axel Matthew Terjerumus ke Lingkungan yang Salah

Vania Ika Aldida, Jurnalis · Sabtu 22 Juli 2017 01:00 WIB
https: img.okezone.com content 2017 07 21 33 1741799 jeremy-thomas-istri-saya-terpukul-axel-matthew-terjerumus-ke-lingkungan-yang-salah-ZlFmsVIsn6.jpg Jeremy Thomas (Foto: Okezone)

JAKARTA - Ibu mana yang tak sedih melihat buah hati yang dilahirkannya harus mendekam di dalam rumah tahanan. Hal tersebut juga dialami oleh Ina Thomas, yang harus menerima kenyataan bahwa sang putra, Axel Matthew, dijadikan tersangka kasus narkoba oleh pihak kepolisian.

Bagi sang suami, Jeremy Thomas, kejadian yang menimpa putra sulungnya ini merupakan ujian besar dalam rumah tangganya bersama Ina. Namun ia selalu berusaha tidak hanya melihat dari sisi negatif dari kejadian yang menimpa putranya beberapa waktu lalu.

"Sebagai seorang ibu, pastinya Ina sedih juga, terpukul. Tapi seperti yang saya katakan kepada kalian, bahwa ini adalah ujian di rumah tangga kami," ungkap Jeremy Thomas di SCBD, Jakarta Selatan, Jumat (21/7/2017).

"Saya lihat dari sisi positifnya saya senang teman-teman yang berwenang membuka peta bahwa selama ini mungkin putra saya tersedot lingkungan pergaulan yang salah," sambungnya.

Terjerumusnya Axel dalam pengaruh narkoba diakui merupakan pengaruh dari lingkungan tempatnya bergaul. Tak terjerumus terlalu jauh ke dalam pergaulan kurang baik tentu menjadi hal yang patut disyukuri dari kejadian yang menimpanya. Akan tetapi, hal tersebut tentu menjadi pelajaran berharga bagi Axel dan keluarga, agar jangan sampai terjun dua kali dalam kesalahan yang sama.

"Tentunya Axel bercerita (soal lingkungannya). Saya bilang katakan kepada saya dengan jujur. Tapi seperti saya katakan Axel ini dekat dengan suatu pergaulan yang tidak baik," paparnya.

"Mungkin belum masuk. Tapi dekat. Mudah-mudahan ini jadi pembelajaran buat Axel dan buat orangtua untuk bisa memantau pergaulan anak-anak," tambahnya.

Mendekamnya Axel di dalam jeruji besi tentu membuat pria 19 tahun ini sangat menyesali perbuatannya. Akan tetapi semangat, perhatian, serta dorongan nasihat dari orangtua menjadi suatu hal yang sangat dibutuhkan Axel saat ini.

"Sudah pasti (ada penyesalan). Dia sangat menyesal, sangat depresi dan dia runtuh, dia rapuh tapi saya katakan kepada dia dari setiap perbuatan itu ada resikonya. Jika kamu dekat dengan pergaulan negatif, ada resiko yang akan kamu hadapi," terangnya.

"Oleh karena itu, masih kita hadapi resiko ini. Mari kita bangun kamu jadi putra yang baik. Saya datang sebagai seorang ayah yang ingin membangun putra saya kembali. Makanya permohonan maaf ini saya sampaikan dengan hati yang tulus," tandasnya.

(ade)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini