Movie Review: Dunkirk, Kisah Perang dengan Alur Nonlinear Khas Christopher Nolan

Ady Prawira Riandi, Jurnalis · Rabu 19 Juli 2017 15:02 WIB
https: img.okezone.com content 2017 07 19 206 1739865 movie-review-dunkirk-kisah-perang-dengan-alur-nonlinear-khas-christopher-nolan-7EEO8VVK0o.jpg Dunkirk (Foto: Youtube)

JAKARTA – Nama sutradara Christopher Nolan dan Harry Styles menjadi magnet kuat dalam film Dunkirk. Seperti diketahui, Nolan adalah sutradara jenius dengan karya-karya fenomenalnya seperti Trilogy Batman, Interstellar, Inception, atau bahkan Memento. Ide-ide yang keluar dari otaknya selalu gila, penggarapan ke layar lebarnya pun tak kalah gila. Hal itu membuat nama Nolan besar di industri perfilman dunia.

Sementara Harry Styles datang untuk menjalani debutnya di dunia film melalui film Dunkirk. Ia bahkan rela memangkas habis rambut panjang andalannya selama ini untuk satu peran di film Nolan. Meski sedikit diragukan kemampuan beraktingnya, Harry dengan jumlah fansnya yang besar dipercaya mampu mengangkat tingkat penjualan film Dunkirk.

Dunkirk sendiri bercerita tentang sebuah operasi militer untuk menyelamatkan tentara sekutu yang telah dikepung oleh Jerman di Peran Dunia II. Para tentara Inggris dan Prancis ini tersudutkan hingga ke pesisir pantai, menantikan bantuan datang dan sebuah keajaiban agar mereka bisa selamat.

Nolan dengan kejeniusannya memecah film ini menjadi tiga bagian, The Mole atau tanggul, The Sea atau pantai, dan The Air atau udara. Ketiga bagian ini mengambil waktu yang berbeda satu sama lain, namun akan terhubung menjadi satu cerita utuh di bagian akhirnya. Penonton diajak kebingungan untuk mengikuti alur cerita yang maju-mundur di dalamnya. Sama seperti halnya Inception atau Interstellar, Nolan membuat film peperangan seperti Dunkirk menjadi berbeda.

Lebih kerennya lagi, ia berhasil membuat penonton merasakan ketegangan, kecemasan, ketakutan, dan trauma para tentara melalui film Dunkirk. Kuncinya ada dalam musik yang mengiringi sepanjang film. Bunyi detik jam seperti yang ada di dalam trailernya ternyata mengantar fantasi para penonton ke dalam medan perang yang sejatinya memang menyeramkan.

Semua elemen di dalam film ini tertata dengan sangat rapi. Seperti halnya musik, tampilan visual yang dibuat oleh Nolan pun sangat memuaskan. Kesunyian kota selama peperangan, lautan lepas saat kapal-kapal perang beraksi, atau bahkan adegan-adegan di perahu terlihat sangat nyata.

Beralih ke akting, film ini disadari atau tidak hanya membawa beberapa nama besar dari kalangan Hollywood. Ada Mark Rylance dan Tom Hardy yang kualitas aktingnya sudah tak usah diragukan lagi. Mereka berdua ditemani oleh aktor-aktor muda yang boleh dibilang berhasil membawa para penonton ke dalam suasana mencekam sebuah peperangan di masa lalu.

Tak heran rasanya jika banyak media luar menyebutkan bahwa Dunkirk adalah film terbaik 2017 sejauh ini. Meski pun bagi sebagian orang, Dunkirk mungkin butuh ditonton lebih dari sekali untuk akhirnya bisa memahami apa maksud dan cara yang digunakan oleh Nolan dalam penggarapan filmnya.

Dunkirk akan mulai tayang di bioskop pada tanggal 21 Juli mendatang. Layakkah Dunkirk menyandang predikat sebagai Film Terbaik 2017?

(aln)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini