Untuk karakter realis, Hana yang suaranya agak berat seperti laki-laki biasanya hanya mengisi peran ibu atau nenek.
"Kalau mengisi suara perempuan cantik, bebannya berat," canda perempuan berdarah Sunda ini.
Pertemuan dengan almarhum Daryono yang menggawangi studio Yori Yoga Argayoen membuahkan rezeki untuk Hana. Tidak seperti penyulih suara lain yang harus mengikuti audisi untuk mendapatkan peran, Hana sering langsung dipercaya Daryono untuk menjadi pengisi suara dalam berbagai animasi.
"Saya selalu dikasih peran, biasanya harus kasting, tapi saya selalu ditunjuk," ujar Hana.
Sebuah serial animasi bisa dikerjakan oleh beberapa studio dalam waktu yang berbeda, biasanya tiap studio punya preferensi sendiri dalam memilih dubber yang tepat.
Suara Hana sudah terlanjur melekat pada karakter Naruto membuatnya mendapat keistimewaan tersendiri.