nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Kendala Kimberly Ryder Syuting Bareng Aktor Jepang

Vania Ika Aldida, Jurnalis · Sabtu 07 Januari 2017 09:02 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2017 01 07 206 1585446 kendala-kimberly-ryder-syuting-bareng-aktor-jepang-H6OybWCyfH.jpg Kimberly Ryder (Foto: Okezone)

JAKARTA - Melakukan syuting bersama aktor-aktor yang berasal dari negara berbeda, tentu memiliki sebuah tantangan dan kendala tersendiri. Hal tersebutpun juga dirasakan oleh aktris Kimberly Ryder yang diketahui sedang menjalankan proyek pembuatan film bersama aktor-aktor yang berasal dari Jepang.

Kesulitan untuk membangun chemistrypun diakui wanita 23 tahun ini sebagai sebuah kendala yang cukup sulit ia takhlukkan. Pasalnya, ketika sampai di Jepang untuk syuting, para pemeran film Secret Sky tidak diberi waktu untuk membaca naskah bersama, sehingga pendekatan antara para pemain dibangun perlahan sembari menjalani syuting.

"Kesulitannya itu dari awal kami enggak ada reading. Aku sampai sana ketemu pertama kalinya terus besoknya langsung syuting. Jadi kami ngedapetin chemistry-nya as we go along by syuting-stutingnya," ungkap Kimberly yang ditemui di Hotel Veranda, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Jumat (6/1/2017).

"Jadi kami dapetin chemistrynya dengan cara seru sih. Jadi kalau kami pindah-pindah lokasi kami di bus duduknya barengan. Kami ngobrol pas break makan kami ngobrol lagi. Duduknya barengan lagi. Jadi lucu aja sih. Seru banget," tambahnya.

Demi mendapatkan adegan yang menguras emosi, pihak produksi film Secret Sky bahkan sempat meminta para pemain untuk melakukan adegan ending disebuah bangunan yang berada di lantai 50-an. Ditengah hujan gerimis di awal musim salju yang turun pada pukul 12 hingga 2 pagi, para pemeran Secret Sky diminta untuk melakukan adegan terakhir film tersebut.

"Kesulitannya itu ada di salah satu scene terakhir, ada yang sangat emosional, kami syuting di atas Roppongi Hills, itu lantai 52 apa 55. Hujan dari 12 malam sampai jam 2 pagi. Gerimis gerimis, kedinginan lagi winter juga di sana, awal-awal Winter," paparnya.

"Jadi bisa imagine saja gimana harus fokus ke skenarionya, ke emosinya. Tapi dengan semua situasi yang kurang long juga sih," tandasnya.

(edh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini