Movie Review: Munafik, Horor Menegangkan dari Negeri Jiran

Ady Prawira Riandi, Jurnalis · Kamis 29 September 2016 22:02 WIB
https: img.okezone.com content 2016 09 29 206 1501516 movie-review-munafik-horor-menegangkan-dari-negeri-jiran-IIODA5SRwH.jpg Munafik (Foto: Ist)

JAKARTA – Rupanya tak hanya Indonesia dan Thailand saja yang memiliki film-film horror yang seram dan menakutkan, Malaysia pun memiliki potensi besar dalam menciptakan suasana mencekam dari sebuah film horror. Salah satunya adalah film Munafik yang ditulis, disutradarai, dan dibintangi oleh Syamsul Yusof.

Munafik adalah salah satu film box office Malaysia yang akan tayang di Indonesia. Film ini tak disangka menyajikan sebuah tontonan menarik yang mampu menghela nafas para penonton di sepanjang filmnya.

Tak menunggu waktu lama, adegan sudah dibuka dengan adegan kecelakaan mobil yang menampilkan Adam (Syamsul Yusof) dan Zulaikha (Zarina Zainoordin). Adam diceritakan sebagai seorang ustadz yang memiliki keimanan yang cukup tinggi dan harus menerima kenyataan bahwa istrinya meninggal dalam kecelakaan mobil tersebut.

Kadar iman Adam mulai diuji setelah istri tercintanya meninggal di kecelakaan. Kehidupannya mulai berubah sepeninggalan Zulaikha sehingga dirinya menjadi sedikit tertutup dan enggan membantu sesama.

Masalah datang silih berganti ke dalam kehidupan Adam sampai akhirnya ia diminta untuk membantu Maria (Nabila Huda), yang kerasukan iblis. Ia pun harus melawan sosok iblis yang merasuki tubuh Maria dan kembali membawanya ke jalan yang benar.

Satu hal menarik yang harus dicatat dari film ini adalah tensi ketegangan yang nyaris tak berakhir selama satu jam pertama pemutaran film. Adegan-adegan horor yang tak jauh berbeda dari potret di Indonesia ditampilkan dan dikemas secara menarik.

Konten Islami yang kental di film ini justru memberikan sebuah pengalaman baru dalam menonton sebuah film horor. Perbedaan yang sangat jelas jika dibandingkan dengan film horor Indonesia dalam beberapa tahun terakhir yang selalu memadukan horor dengan konten yang mengeksploitasi tubuh perempuan.

Syamsul mengatakan bahwa tipikal penonton di Malaysia lebih menyukai ketegangan tanpa henti dari satu adegan ke adegan lain. Maka dari itu, ia menyajikan ketegangan dan membungkusnya dalam jalan cerita yang apik dalam film ini.

“Jika saya ingin membuat film untuk dikaji, maka saya akan tepikan tipe penonton seperti di Malaysia. Saya melihat penonton di Malaysia suka ketegangan. Maka di setiap tiga sampai empat scene mesti ada tegangnya. Itu adalah formula horor untuk membuat para penonton tertarik,” ujar Syamsul di sesi tanya jawab, Rabu (28/9/2016).

Mind twisted, sensasi ketegangan, dan akting yang baik dari para pemainnya menjadi nilai tambah untuk film horor religi ini. Tak ayal, di negeri asalnya film ini menuai banyak pujian serta penghargaan seperti Aktris Terbaik yang jatuh kepada Nabila Huda dan Sutradara Terbaik kepada Syamsul Yusof.

Film ini baru akan ditayangkan di Indonesia pada tanggal 5 Oktober mendatang. Namun sayangnya, film dengan budget pembuatan sekira 3 juta Ringgit ini hanya dapat disaksikan di beberapa bioskop.

(aln)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini