Farhat Abbas: Silvi & Arya Wiguna Ibarat Singa Lapar

Alan Pamungkas, Jurnalis · Minggu 09 Februari 2014 19:37 WIB
https: img.okezone.com content 2014 02 09 33 938240 UrGAb2XYmq.jpg Farhat Abbas dan Regina (Foto: Arif/Okezone)

JAKARTA - Arya Wiguna telah melakukan sumpah pocong di Pondok Pesantren Daarul Safa, Bojongsari, Depok, Jawa Barat, pada Jumat 7 Februari 2014. Dia dibungkus dengan kain kafan dan bersumpah dengan Alquran jika ia jadi saksi mata Farhat Abbas berselingkuh dengan seorang wanita.

"Demi Allah, saya Arya Wiguna dengan ini berjanji kepada diri saya dan keluarga saya serta seluruh masyarakat Indonesia bahwa semuanya ini benar tanpa ada rekayasa. Apabila saya berbohong maka saya siap diazab oleh Allah secepatnya atau pun di akhirat," ucap Arya yang terdengarnya bikin merinding. Selain itu, Arya pun menjalani mandi jenazah.

Namun, Farhat Abbas seperti biasa melakukan 'serangan balik' melalui Twitter di akun bernama @farhatabbaslaw. Pengacara kondang itu berkicau jika Arya dan mantan asistennya, Silvi telah mencari sensasi dan kompak menyerang dirinya agar jadi terkenal.

"Silvi Haiz dan Aria Wiguna cuma nebeng ngetop dalam persoalan gue, aneh bin ajaib, harusnya prihatin dengan teman yang lagi dalam cobaan, ini malah kurang ajar," tulisnya beberapa jam lalu, Minggu (9/2/2014).

Farhat menilai Arya dan Silvi mencari celah di tengah persoalan dirinya. Farhat juga makin geram ketika sang istri, Nia Daniati sepakat menjadikan Silvi dan Arya saksi gugatan cerai terhadap Farhat.

"Silvi Haiz dan Aria Wiguna itu ibarat singa lapar yang menyerang pawangnya, ngamuk enggak ketulungan, cuma ngaku-

ngaku saja jadi saksi gugatan Nia," lanjutnya.

Nia Daniati memutuskan cerai dengan Farhat di tengah isu Farhat telah berselingkuh dengan wanita bernama Regina yang merupakah juru bicara Farhat. Silvi sendiri terang-terangan punya sumber terpercaya ada yang melihat Farhat dengan Regina di satu kamar hotel saat liburan di Puncak, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

Silvi sendiri melihat hubungan Farhat dan Regina semakin lengket ketika Farhat bertarung menjadi Bupati Kolaka, Sulawesi Tenggara.

(tre)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini