Pemerintah Siapkan Anggaran untuk Film Anak

Rohmat (Okezone), Jurnalis · Rabu 09 Oktober 2013 10:17 WIB
https: img.okezone.com content 2013 10 09 206 878849 mkZV3ZZBI9.jpg Sutradara dan pemeran film Ambilkan Bulan Bu. (foto: Runi B Sari/Okezone)

DENPASAR- Pemerintah terus mendorong industri perfilman nasional dengan memberikan bantuan anggaran untuk produksi film bertemakan anak-anak atau tema yang membangkitkan semangat patriotisme cinta Tanah Air.

 

Film menjadi media untuk lebih saling mengenal dan memperkenalkan keanekaragaman budaya terlebih bagi negara ASEAN yang sudah terkoneksi satu sama lain.

 

"Film merupakan alat memperkenalkan apa yang bagus di negara kita dan kita bisa saling memahami budaya dan kretavitas masyarakat, tentunya ini harus diapresiasi," ujar Marie dalam konferensi pers Balinale Film Festival di Kuta, Selasa 8 Oktober 2013 malam.

 

Karenanya, Marie mendukung dengan lahirnya Badan Perfilman Indonesia akan bisa lebih menggairahkan industri film di Tanah Air yang sempat terpuruk.

 

Dia melanjutkan,  badan perfilemen di semua negara tentu ingin memajukan Industri perfilman nasional apalagi bagi Indonesia hal itu sudah merupakan amanat undang-undang.

 

"Kita ingin majukan film nasional sebab ini bagian mandat undang-undang tahun 2008 tentang perfilman," imbuhnya didampingi artis senior Christine Hakim dan Donny Damara.

 

Nantinya, lembaga tersebut bisa difasilitasi pemerintah dalam upaya mengembangkan film nasional.

 

Pemerintah siap memberikan fasilitasi film-film yang ingin didorong dan difasilitasi seperti subsidi dana baik kepada sutradara atau film-film yang bertemakan anak-anak atau sejarah.

 

Tema film anak-anak, atau sejarah yang mengambil tema patriotik atau semangat cinta tanah air akan menjadi fokus perhatian dari subsidi pemerintah. "Tema-tema yang yang bisa didorong dan didukung Badan Perfilman Indonesia pasti kita akan bantu," janjinya.

 

Di pihak lain, Marie menyatakan rasa bangganya karena film nasional sudah bisa menjadi tamu di negeri sendiri seperti terlihata animo penonton film Habibie dan Ainun.

 

Film tersebut sudah tembus sampai 5 juta penonton bahkan melebihi rekor 4 juta penonton saat film Laskar Pelangi diputar.

 

Tentunya, ini menjadi tantangan karena animo tingginya penonton juga harus diimbangi dengan jumlah biskop yang memadai.

 

Padahal, saat ini jumlah bioskop masih terpusat di kota-kota besar seperti Jakarta dan Surabaya, sedangkan di kota kecil masih sangat minim.

(uky)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini