Terkait Kurangnya Film Anak-Anak, Ini Tanggapan Mendikbud

Ady Prawira Riandi, Jurnalis · Selasa 07 Maret 2017 03:27 WIB
https: img.okezone.com content 2017 03 07 206 1635907 terkait-kurangnya-film-anak-anak-ini-tanggapan-mendikbud-rpE3ozlNbm.png Cuplikan film Petualangan Sherina (Foto: Youtube)

JAKARTA - Para produsen film di Indonesia sudah semakin sedikit menyasar pasar anak-anak. Cerita yang disuguhkan sebagian besar mengarah untuk dikonsumsi oleh kalangan remaja dan dewasa. 

Terkait hal ini, Mendikbud Prof. Muhadjar Effendy, MAP. menyatakan bahwa pemerintah masih memikirkan cara untuk mengatasi kekurangan di sektor tersebut. Ia belum dapat menentukan media yang tepat untuk menyampaikan pesan-pesan pendidikan apakah melalui film atau tontonan lainnya. 

"Memang saya kira untuk jangka panjang Badan Perfilman Nasional harus ada clustering yang fokus untuk produksi film untuk anak-anak dan dewasa. Termasuk juga di dalam menentukan media, media apa yang paling memugkinkan untuk menyampaikan pesan-pesan pendidikan melalui produk itu," jawab Muhadjar saat ditanya tentang masalah film untuk anak-anak. 

Meski demikian, dirinya telah meminta timnya untuk segera mencari solusi yang tepat. Salah satunya adalah dengan meningkatkan kurikulum pendidikan karakter di beberapa sekolah untuk menyisipkan literasi perfilman ke anak-anak. 

Selain itu, dirinya juga sempat mencetuskan program agar setiap sekolah mengadakan kelas drama. Karena baginya, drama adalah sebuah media yang tepat bagi anak-anak tak hanya untuk belajar tentang seni tapi juga untuk sarana menghafal. 

"Sebetulnya dengan membuka kelas drama di sekolah-sekolah, itu nanti dia lama-lama akan terdewasakan di dalam komunitas," lanjutnya. 

Sebagai contoh, Muhadjir mengatakan bahwa untuk mengajarkan anak-anak tentang sejarah seorang pahlawan seperti Pangeran Diponegoro tidak lagi harus dengan cara menghafal kapan dia lahir, meninggal, dan perang apa yang dilaluinya. Namun dengan menampilkan drama tentang Pangeran Diponegoro sehingga saat anak-anak belajar menghafal naskah skenario, mereka dengan sendirinya akan tahu poin-poin penting dari perjuangan Pangeran Diponegoro. 

(edi)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini