Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Bona 'Gayus': Pelaku Bom Ingin Pecah Persatuan

Zainal Ahmad , Jurnalis-Senin, 26 September 2011 |15:33 WIB
Bona 'Gayus': Pelaku Bom Ingin Pecah Persatuan
Bona Paputungan (Foto:Elang Riki Yanuar/okezone)
A
A
A

GORONTALO - Bom bunuh diri di Gereja Bethel Injil Sepenuh (GBIS) Kepunton Solo, Jawa Tengah, dikecam banyak pihak. Termasuk musikus Bona Paputungan.

Meski kondisi fisik pelantun Andai Aku Gayus Tambunan ini lemah, Bona terus mengikuti perkembangan berita ledakan bom bunuh diri di Solo melalui televisi di kamar perawatan. Bona kini masih terbaring lemas di RSUD Dr Aloe Saboe akibat kelelahan dan sakit liver.

"Saya kaget ada bom lagi," ujar Bona lemah, saat ditemui di RSUD Dr Aloe Saboe, Gorontalo, Sulawesi Utara, Senin (26/9/2011).

Menurut Bona, aksi pengeboman ini sangat biadab dan tidak bertanggung jawab karena dilakukan di tempat ibadah. "Ini dilakukan karena ingin memprovokasi dan memecah persatuan masyarakat Indonesia," duganya.

Dia meminta seluruh elemen bangsa agar tidak terprovokasi dan tetap menjaga persatuan antar umat beragama. Bona juga berharap masyarakat Indonesia bisa lebih damai.

Bom bunuh diri terjadi di GBIS Kepunton, Solo, Jawa Tengah, Minggu, 25 September, sekira pukul 10.55 WIB. Sedikitnya, 24 orang luka dan masih dalam perawatan di RS Dr Oen Solo. Sementara korban tewas seorang yang diduga kuat pelaku pengeboman.

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, semalam, mengatakan, pelaku terkait dengan peledakan yang terjadi di masjid Mapolresta Cirebon pada April lalu. Dugaan itu diperkuat dengan kemiripan foto pelaku bom bunuh diri, Ahmad Yoesefa, dengan foto DPO yang dirilis polisi. Namun hingga saat ini polisi masih mencocokkan identitas melalui tes DNA.

(ang)

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita celebrity lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement