JAKARTA - Bona Paputungan mulai mencuri perhatian publik setelah video klip lagu Andai AKu Jadi Gayus yang diunggahnya di Youtube ramai diperbincangkan. Mulai beken, Bona berharap dijauhkan dari sifat sombong.
"Saya selalu berdoa sama Allah agar saya dijauhkan dari sifat sombong. Saya juga selalu bilang sama teman-teman untuk mendoakan, jauhkan saya dari sifat sombong," tutur Bona yang ditemui di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (18/1/2011).
Bona pertama kali menciptakan lagu tersebut pada September 2010, saat dipenjara di LP Gorontalo. Proses penciptaan lagu hanya sebentar, tidak sampai sehari.
"Saya masuk penjara sejak Maret 2010. Lalu keluar penjara, Oktober 2010. Sebelum bebas, saya tulis lagu itu. Tak lama kemudian ada pemberitaan tentang Gayus ke Bali. Akhirnya lirik reffrainnya saya ganti menjadi tentang Gayus," bebernya.
Semula, lagu tentang Gayus itu berjudul Kisah Hidupku dengan tema awal berupa kisah hidupnya selama di penjara.
"Saya pikir kalau tema lagu itu tepat untuk menggambarkan kesenjangan antara narapidana yang tidak punya uang seperti saya dengan tahanan Gayus yang punya banyak uang. Makanya saya ganti lirik bagian reffrainnya," imbuhnya.
Segera Rilis Album
Selama berada di bui, lelaki yang pernah bercerai dua kali itu menciptakan 10 lagu yang kini sudah dikemas dalam bentuk album. Rekaman dilakukan di luar penjara dengan kawalan kepala Lapas.
"Waktu itu saya masih kumpul-kumpul dana untuk album yang akan diluncurkan itu. Rencananya album saya itu akan mulai dirilis pada 23 Januari 2011," ulas pria kelahiran 16 Maret 1978 itu.
Beberapa lagu di album bertajuk 'Kisah Taubat Narapidana' yakni Andai Aku Jadi Gayus, Cobaan Hidup, Demi Kehidupan, Markus, Maafkan Aku Ibu, dan Curahan Hati Untuk Anak dan Istriku.
"Semula target saya hanya rekam dan sudah begitu saja. Jadi albumnya ini indie. Karena niat awalnya, hasil penjualan album ini 30 persen akan disumbangkan untuk pendidikan anak-anak yang tidak mampu," tuturnya.
Dipenjara karena KDRT
Mulai meretas karier di Jakarta, Gayus, eh Bona mendapat dukungan penuh dari istri dan anaknya. Patut diketahui, Bona dibui karena melakukan KDRT (kekerasan dalam rumah tangga) terhadap istrinya Sarah Kudsasi.
"Saya dipenjara karena kasus KDRT waktu malam tahun baru 2010. Saya khilaf. Mungkin karena waktu itu saya mabuk dan saya sudah menyesali perbuatan itu. Saat masuk penjara, awalnya saya benci istri. Tapi setelah di dalam penjara, banyak hikmah yang saya ambil. Saya jadi semakin dekat sama Allah dan lebih tahu apa arti hidup sebenarnya. Saya bisa puasa penuh, salat lima waktu dan lebih sabar," kisahnya.
Sebelum bertemu Sarah, Bona pernah menikah dan bercerai dua kali. Hidupnya yang berantakan, pemabuk, dan pernah terjerumus narkoba membuatnya agak temperamental. Beruntung, Bona sadar dan mau berubah setelah masuk bui. Ya, Bona ini contoh mantan napi yang bertobat.
"Dulu karena hidup saya berantakan, saya dua kali bercerai. Alhamdulillah, hubungan saya dengan istri saya yang sekarang ini, membaik. Tadinya saya juga hampir bercerai untuk ketiga kali karena masalah KDRT itu. Tapi kehidupan di penjara membuat saya sadar dan saya menyesal. Akhirnya, saya ingin benar-benar menebus kesalahan saya dengan istri saya setelah keluar dari penjara. Alhamdulillah, Allah kasih saya kesempatan untuk memperbaiki diri," ujar ayah dari Bunga (15), Nuril Paputungan (7) dan Cinta Melodiva (4) itu.
(ang)