JAKARTA - Meluncurkan film ke pasaran memang membutuhkan kejelian dalam melihat momentum. Demi menjaga kualitas produk, produser Heartbreak.com berani menarik film dari bioskop akhir tahun lalu.
Film Heartbreak.com muncul seiring film-film asing seperti 2012, Sherlock Holmes, dan Old Dogs menyerbu bioskop Indonesia. Apalagi setelah itu muncul Twilight: New Moon yang berhasil menyedot penonton Indonesia hingga terjadi antrean panjang sejak penayangannya.
Sutradara film Heartbreak.com, Affandi Abdul Rachman mengatakan secara keseluruhan film ini bagus. “Juga ada forum penonton film, dalam 10 tahun penggarapan film di Indonesia, film Heartbreak.com ini masuk nomor delapan,” ujarnya ditemui di Jakarta, belum lama ini.
Dari situ, kata Affandi, Heartbreak.com dinilai sebagai produk yang benar. “Pas saat fenomena penonton, kita sudah kalah promo,” kata dia.
Fenomena pada Desember itu sudah didominasi dengan beberapa film besar, baik lokal maupun luar negeri. Affandi menjelaskan saat menyadari momen yang kurang tepat itulah, produser memutuskan untuk menarik filmnya.
“Kita buru-buru langsung tarik film kita. Itu waktu kita tarik, kalau dilihat dari grafik penonton maupun promo dari mulut ke mulut, sudah mulai nyamber dan mulai naik penontonnya,” papar dia.
Affandi menyontohkan, di Balikpapan, Kalimantan Timur dan Jambi, grafik penonton mencapai 560-600 penonton. “Padahal itu hari kerja,” imbuhnya.
Biasanya, film baru akan ditarik dari bioskop saat grafik penonton mencapai 300. Affandi meyakinkan, demi menjaga kualitas produk dan kepercayaan sponsor, maka pihak produksi segera menarik film dari bioskop.
“Kita enggak mau sponsor dikenal dengan film yang kalah tonton,” tekadnya.
(nov)