Namun, perhatian publik beralih saat sebuah video memperlihatkan seorang pacer diduga menyentuh Minho di bagian punggung seolah mendorongnya. Video tersebut kemudian memicu perdebatan karena dinilai melanggar aturan perlombaan. Pasalnya, aturan teknis World Athletics melarang atlet menerima bantuan fisik dari orang lain yang dapat membuat pelari bergerak maju.
Sebagian netizen menilai tindakan pacer tersebut sebagai bentuk kecurangan. “Kalo case Minho, pacer dia nyentuh punggung atau pinggang dan kalau diliat, dia emang kayak didorong. Yang kayak gitu melanggar aturan race. Nggak cuma di Korea, tapi emang aturan World Athletic-nya begitu,” komentar salah satu pengguna X.
Di sisi lain, ada pula netizen yang membela Minho. Mereka menilai kontroversi tersebut terlalu dibesar-besarkan.
“Kontroversi absurd. Pacer itu diperbolehkan di maraton, apalagi dia bukan atlet. Banyak partisipan di acara yang sama pada belain dia. Dia ‘didorong’ itu di akhir, itu pun cuma sentuhan ringan aja buat jaga pacing dan space. Selama 40 kilometer lebih itu dia berjuang sendiri,” tulis pengguna X lainnya.
(ant)