Amy Qanita kemudian menutup pesannya dengan mengingatkan pentingnya introspeksi diri. Menurutnya, seseorang tidak hanya perlu mengkritisi orang lain, tetapi juga bersedia mengoreksi kekurangan diri sendiri.
Seruan boikot terhadap Raffi Ahmad bermula dari kehadiran bapak tiga anak itu dalam Deklarasi Sumpah Pemuda Mahasiswa Indonesia di Bundaran HI. Dalam acara itu, dia mengajak generasi muda untuk melawan hoaks, ujaran kebencian, dan provokasi di media sosial.
Namun, kehadirannya justru menuai kritik dan memunculkan berbagai pertanyaan setelah terlihat beberapa kejanggalan dari ‘mahasiswa’ yang terlibat dalam event tersebut. Raffi kemudian merilis pernyataan resmi dan mengklaim diri datang karena diundang.*
(SIS)