Adapun pemilihan Candi Borobudur sebagai venue pertunjukan, Penembahan mengingatkan pentingnya aspek konservasi cagar budaya. Mengingat Borobudur adalah situs warisan dunia UNESCO yang sakral, segala agenda internasional wajib memprioritaskan kelestarian dan sensitivitas sejarah.
Rencana konser Andrea Bocelli mendapat penolakan keras dari berbagai kalangan, termasuk Majelis Ulama Indonesia (MUI) karena pilihan politik penyanyi tenor itu. Pada 2010, dia memberikan dukungan pada Israel dengan terlibat dalam konser amal Friends of the Israel Defense Forces (FIDF).
Menanggapi penolakan MUI itu, Panembahan Karyonagoro berpesan agar semua pihak tetap mengedepankan pemikiran bahwa seni semestinya menjadi jembatan penghubung nilai kemanusiaan dan perdamaian, bukan penyulut perpecahan.
“Di tengah perbedaan ini, musik dapat menjadi salah satu jembatan untuk mempertemukan masyarakat,” tutur Panembahan.*
(SIS)