Budayawan Panembahan Karyonagoro Tanggapi Polemik Konser Andrea Bocelli di Indonesia

Ravie Wardani, Jurnalis
Sabtu 24 Oktober 2026 08:30 WIB
Budayawan Panembahan Karyonagoro Tanggapi Polemik Konser Andrea Bocelli di Indonesia. (Foto: Instagram|@andreabocelliofficial)
Share :

JAKARTA - Boikot konser Andrea Bocelli di kawasan Candi Borobudur dan Jakarta masih terus menuai sorotan publik. Penyanyi tenor asal Italia itu seharusnya menggelar konser di Magelang pada 31 Oktober 2026, dilanjutkan di Jakarta, pada 3 November 2026.

Terkait polemik tersebut, budayawan Panembahan Karyonagoro memberikan tanggapan. Dia menilai, konser tersebut seharusnya dapat disikapi dan dimaknai secara bijak sebagai ruang perjumpaan seni lintas bangsa sekaligus diplomasi kebudayaan.

Dia menjelaskan, musik klasik dunia dan tradisi seni adiluhung Nusantara sama-sama mencerminkan pencapaian estetika dari perjalanan peradaban manusia yang patut diapresiasi secara terbuka.

Budayawan Panembahan Karyonagoro Tanggapi Polemik Konser Andrea Bocelli di Indonesia. (Foto: Dokpri Panembahan Karyonagoro)

“Musik klasik Andrea Bocelli dan seni Indonesia memiliki latar sejarah serta ekspresi estetika yang berbeda. Namun, keduanya sama-sama memperlihatkan bagaimana seni menjadi bagian dari perjalanan peradaban manusia,” ujarnya.

Panembahan menambahkan, “Indonesia memiliki kekayaan seni yang mengandung filosofi dan kearifan lokal. Pertemuan musik klasik dan seni tradisional ini dapat menjadi ruang saling mengenal dan belajar tanpa menghilangkan karakter dan identitas budaya masing-masing.”

Tokoh Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat itu mengungkapan, dalam kacamata tradisi keraton, seni tak sekadar hiburan atau keindahan visual semata. Karena seni merupakan sarana mengolah kehalusan rasa, keselarasan, dan penghormatan nilai-nilai luhur antarbangsa.

 

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Celebrity lainnya