Kreator Digital Mulai Manfaatkan AI untuk Produksi Musik, Bagaimana Pengaruhnya?

Khafid Mardiyansyah, Jurnalis
Senin 12 Oktober 2026 19:55 WIB
Ilustrasi
Share :

JAKARTA – Kecerdasan buatan (AI) mulai dimanfaatkan dalam proses produksi musik digital, membuka peluang bagi kreator dari berbagai latar belakang untuk mengeksplorasi karya di luar jalur industri musik konvensional. Salah satu yang menekuni pendekatan ini adalah Elki Prades, A.Md., melalui proyek musik independen RASELHITS.

RASELHITS menghadirkan balada romantis dengan nuansa sinematik, memadukan petikan gitar akustik, gesekan biola, denting piano, dan karakter vokal berat serta serak. Tema yang diangkat berkisar pada cinta, kehilangan, kerinduan, dan penerimaan.

Sejumlah lagu yang diperkenalkan melalui proyek tersebut antara lain Moon Veil, I Will Always Miss You, dan Memories Never Die. Kanal YouTube RASELHITS tercatat telah memiliki lebih dari 169 ribu subscriber. Karyanya juga tersedia di sejumlah layanan streaming, termasuk Spotify, Apple Music, Deezer, dan YouTube Music.

Perkembangan RASELHITS menjadi salah satu gambaran pemanfaatan AI dalam produksi musik independen. Teknologi ini memungkinkan kreator mengeksplorasi suara dan aransemen, sekaligus menghadirkan pendekatan berbeda dalam proses pembuatan karya. Namun, penggunaan AI juga menempatkan kreativitas manusia dalam pembahasan mengenai arah perkembangan industri musik digital.

Bagi Elki, perjalanan membangun proyek musik tersebut berawal dari latar belakang profesional yang jauh dari dunia kreatif. Ia merupakan lulusan D3 Teknik Pembuatan Pulp dan Kertas dan menghabiskan sekitar 15 tahun bekerja di perusahaan swasta pada industri tersebut.

Setelah belasan tahun berkarier, Elki memutuskan mengambil pensiun dini untuk berfokus menjadi kreator digital berbasis AI. Pengalaman bekerja di industri pulp dan kertas, menurutnya, turut membentuk kedisiplinan dan ketelitian yang diterapkan dalam mengembangkan RASELHITS.

“Lima belas tahun di industri pulp dan kertas mengajarkan saya tentang ketekunan dan ketelitian. Nilai itu yang saya bawa saat membangun RASELHITS, karena musik yang menyentuh hati juga lahir dari proses yang dikerjakan dengan sungguh-sungguh,” ujar Elki.

Seluruh rilisan proyek ini dipublikasikan melalui label independen RASELHITS RECORD. Selain mengembangkan karyanya sendiri, Elki juga membuka peluang kolaborasi dengan vokalis dan musisi independen lainnya.

Ia memandang AI sebagai sarana untuk mengeksplorasi gagasan musikal, bukan sebagai pengganti emosi yang ingin disampaikan melalui lagu.

“Bagi saya, AI adalah alat untuk menyampaikan perasaan, bukan pengganti rasa itu sendiri. Saya ingin RASELHITS menemani pendengar di saat mereka rindu, kehilangan, atau sedang belajar ikhlas,” tuturnya.

Pemanfaatan AI dalam musik masih membuka berbagai kemungkinan, mulai dari eksperimen suara hingga cara baru dalam memproduksi dan mendistribusikan karya. Pengalaman Elki menunjukkan salah satu jalur yang dapat ditempuh kreator untuk memasuki ranah tersebut, meski perkembangan teknologi tetap menyisakan pertanyaan tentang kreativitas, identitas musikal, dan peran manusia dalam proses penciptaan.

(kha)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Celebrity lainnya