Pertumbuhan budaya pop sebagai bagian dari ekonomi kreatif juga menjadi perhatian pemerintah. Deputi Kreativitas Media Kementerian Ekonomi Kreatif Cecep Rukendi menilai platform seperti ICC memiliki peran dalam menghubungkan kreator dengan audiens dan pelaku industri.
“Budaya pop hari ini adalah bagian nyata dari ekonomi kreatif kita. Yang dibutuhkan pelaku kreatif bukan hanya dukungan produksi, tetapi juga panggung yang mempertemukan mereka dengan audiens dan mitra industri. Penyelenggaraan seperti Indonesia Comic Con mengisi peran itu,” kata Cecep Rukendi, Deputi Kreativitas Media Kementerian Ekonomi Kreatif.
Pada edisi ke-10 ini, ICC berkolaborasi dengan Jakarta Futura Connectiva (JFC), program di bawah Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Disparekraf) DKI Jakarta. Kolaborasi ini mempertemukan institusi pemerintah, komunitas kreatif, kreator, dan pelaku industri dalam satu ekosistem sekaligus menjadi panggung bagi ekonomi kreatif Jakarta untuk tampil melalui budaya pop.
“Ekonomi kreatif adalah salah satu kekuatan Jakarta, dan budaya pop menjadi pintu masuk yang paling dekat dengan generasi muda. Lewat Jakarta Futura Connectiva, kami ingin kreator dan komunitas di Jakarta punya akses langsung ke pelaku industri, sehingga potensi yang sudah ada dapat berkembang menjadi peluang usaha yang nyata,” ucap Raymond Stefanus, Kepala Sub Koordinator Akses Pemasaran dan Permodalan Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Disparekraf) Provinsi DKI Jakarta.
UniPin GameHers akan hadir di Indonesia Comic Con (ICC) pada 3–4 Oktober 2026 sebagai bagian dari rangkaian Pre-Event GameHers 2026. Mengusung tema “We Game, We Grow, We Glow”, GameHers menghadirkan talkshow “Beyond the Screen: Gaming, Creativity & Finding Yourself” untuk menginspirasi perempuan agar terus berkembang, berkreasi, dan mengeksplorasi potensi diri melalui gaming dan industri kreatif.
Senior VP Community & Media Networks UniPin Global Debora Imanuella mengatakan, “Kehadiran GameHers di Indonesia Comic Con menjadi kesempatan bagi kami untuk membawa semangat pemberdayaan perempuan kepada audiens yang lebih luas.”
“Gaming bukan hanya tentang bermain, tetapi juga bisa menjadi ruang untuk belajar, berkarya, membangun koneksi, dan menemukan potensi diri. Melalui GameHers, kami ingin semakin banyak perempuan merasa punya ruang untuk tumbuh dan berani mengeksplorasi apa yang mereka bisa lakukan di industri ini,” ujarnya.